Kamis 11 May 2023 19:12 WIB

Turki Berharap Kesepakatan Koridor Gandum Laut Hitam Bisa Diperpanjang

Turki dan PBB merupakan mediator dalam kesepakatan tersebut.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani
Perjanjian Koridor Gandum Laut Hitam yang disepakati Rusia-Ukraina.
Foto: Tim Infografis Republika.co.id
Perjanjian Koridor Gandum Laut Hitam yang disepakati Rusia-Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA – Turki berharap kesepakatan koridor gandum Laut Hitam atau Black Sea Grain Initiative (BSGI) yang melibatkan Rusia dan Ukraina dapat diperpanjang. Ankara dan PBB merupakan mediator dalam kesepakatan tersebut.

“Keinginan kami adalah perpanjangan dari kesepakatan (koridor) gandum,” kata Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar, Kamis (11/5/2023), dikutip laman Anadolu Agency.

Baca Juga

Akar mengungkapkan, wakil menteri pertahanan Turki, Rusia, dan Ukraina serta pejabat PBB mengadakan pertemuan di Istanbul pada Rabu (10/5/2023) untuk membahas kelanjutan BSGI. Masa aktif kesepakatan tersebut diketahui akan berakhir pada 18 Mei mendatang. Negosiasi tentang potensi perpanjangan masa aktif BSGI bakal berlangsung hingga Kamis.

Menurut Akar, sejak BSGI disepakati pada Juli 2022, lebih dari 30 juta ton gandum dan komoditas biji-bijian lainnya telah diangkut dari pelabuhan-pelabuhan Ukraina di Laut Hitam ke negara-negara yang membutuhkan. Kesepakatan itu berhasil mencegah terjadinya krisis pangan global akibat konflik Rusia-Ukraina.

Sementara itu Rusia menolak mengomentari proses negosiasi perpanjangan BSGI yang berlangsung di Istanbul. "Kami tidak akan mengomentari apa pun. Pekerjaan sedang berlangsung. Posisi kami dikenal baik oleh ahli maupun orang awam. Ini konsisten, kepentingan kami diakui oleh semua orang, dan kebutuhan untuk memenuhi bagian dari kesepakatan yang berhubungan dengan kami juga diakui oleh semua orang, jadi mari kita tunggu hasil negosiasi ini," kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada awak media, Rabu lalu, dikutip laman kantor berita Rusia, TASS.

Sebelumnya Pemerintah Ukraina mengatakan, Rusia telah secara efektif menghentikan kesepakatan BSGI. Hal itu karena Moskow telah menolak mendaftarkan dan menginspeksi kapal yang memasuki Laut Hitam. “Federasi Rusia sekali lagi secara efektif menghentikan Grain Initiative dengan menolak mendaftarkan kapal yang masuk dan melakukan inspeksi mereka. Pendekatan ini bertentangan dengan ketentuan perjanjian saat ini,” kata Kementerian Rekonstruksi Ukraina, Senin (8/5/2023).

Pelabuhan-pelabuhan Ukraina di Laut Hitam diblokade setelah Rusia melancarkan agresi ke negara tersebut pada Februari 2022 lalu. Pada Juli 2022, Rusia dan Ukraina dengan bantuan mediasi Turki serta PBB menyepakati BSGI. Kesepakatan tersebut diteken di tengah kekhawatiran terjadinya krisis pangan global akibat konflik Rusia-Ukraina.

Lewat BSGI, Moskow memberikan akses bagi Ukraina untuk mengekspor komoditas pertaniannya lewat tiga pelabuhannya di Laut Hitam. Sebagai gantinya, Moskow meminta operasi ekspor pertaniannya dibebaskan dari sanksi Barat. Rusia telah beberapa kali menyampaikan bahwa bagian dalam BSGI terkait pembebasan ekspor komoditas pertaniannya dari sanksi belum terealisasi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement