Sabtu 13 May 2023 18:19 WIB

PLO Serukan Jalur Penyeberangan ke Jalur Gaza Dibuka 

Lembaga internasional diminta membantu dibukanya penyeberangan dengan Gaza.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolandha
Iron Dome  Israel  mencegat rudal yang diluncurkan dari jalur Gaza dekat Sderot di Israel selatan, dekat perbatasan dengan Gaza, Jumat (12/5/2023). Militan Palestina di Gaza telah menembakkan roket ke arah Israel, setelah militer Israel melakukan serangkaian serangan udara ke Palestina.
Foto: EPA-EFE/ATEF SAFADI
Iron Dome Israel mencegat rudal yang diluncurkan dari jalur Gaza dekat Sderot di Israel selatan, dekat perbatasan dengan Gaza, Jumat (12/5/2023). Militan Palestina di Gaza telah menembakkan roket ke arah Israel, setelah militer Israel melakukan serangkaian serangan udara ke Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH -- Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Hussein al-Sheikh menyerukan agar jalur penyeberangan ke Jalur Gaza dibuka. Seruan itu disampaikan saat Israel masih melanjutkan agresi udaranya ke wilayah yang diblokade tersebut.

“Di tengah agresi berkelanjutan terhadap rakyat kami di Jalur Gaza dan seluruh negeri, kami menyerukan kepada Amerika Serikat (AS), komunitas internasional, dan saudara-saudara Arab kami untuk menekan otoritas pendudukan (Israel) agar segera menghentikan agresi terhadap rakyat Palestina, dan kami menyerukan lembaga internasional serta kemanusiaan untuk campur tangan dengan cepat untuk membuka penyeberangan dengan Jalur Gaza dan memindahkan yang terluka untuk perawatan,” kata al-Sheikh, Sabtu (13/5/2023), dikutip laman kantor berita Palestina, WAFA.

Baca Juga

Al-Sheikh pun memuji masyarakat Palestina di Jalur Gaza dalam menghadapi gempuran serangan Israel yang hampir berlangsung sepanjang pekan ini. “Kami salut dengan ketabahan rakyat kami dalam menghadapi mesin perang Israel,” ujarnya.

Sementara itu Menteri Kesehatan Palestina Mai Alkaila mengutuk serangan rudal Israel ke dekat Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Jalur Gaza pada Jumat (12/5/2023) malam. Dia mengatakan serangan itu membahayakan nyawa para pasien dan staf medis. Beberapa bagian rumah sakit rusak akibat serangan tersebut.

Pertempuran terbaru di Jalur Gaza melibatkan Israel dan kelompok perlawanan Palestina, yakni Jihad Islam. Konfrontasi dimulai pada Selasa (9/5/2023) dini hari lalu ketika Israel melancarkan serangan udara yang membidik sejumlah fasilitas Jihad Islam. Serangan tersebut kemudian dibalas Jihad Islam dengan meluncurkan ratusan roket ke wilayah Israel.

Sejak pertempuran pecah, Israel menutup semua jalur penyeberangan ke Jalur Gaza. Hal itu memicu kekurangan persediaan bahan makanan, obat-obatan, hingga bahan bakar yang digunakan untuk mengoperasikan generator listrik.

Sejak konfrontasi pecah pada Selasa lalu, jumlah korban tewas di Jalur Gaza dilaporkan telah mencapai 33 orang, termasuk enam anak-anak dan tiga wanita. Di antara para korban tewas terdapat tiga komandan senior Jihad Islam. Sementara korban luka mencapai sekitar 150 orang.  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement