Senin 03 Jul 2023 19:24 WIB

Rusia Ogah Perpanjang Lagi Kesepakatan Koridor Gandum Laut Hitam

Rusia enggan perpanjang BSGI karena persyaratan yang diajukan tak kunjung dipenuhi

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani
Salah satu alasan mengapa Rusia enggan mempertahankan BSGI adalah karena persyaratan-persyaratan yang diajukan Moskow tak kunjung dipenuhi.
Foto: AP
Salah satu alasan mengapa Rusia enggan mempertahankan BSGI adalah karena persyaratan-persyaratan yang diajukan Moskow tak kunjung dipenuhi.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA – Duta Besar Rusia untuk PBB di Jenewa Gennady Gatilov mengatakan, saat ini belum ada alasan bagi negaranya untuk memperpanjang kesepakatan koridor gandum Laut Hitam atau Black Sea Grain Initiative (BSGI). Kesepakatan itu bakal berakhir pada 18 Juli 2023 mendatang.

Gatilov menjelaskan, salah satu alasan mengapa Rusia enggan mempertahankan BSGI adalah karena persyaratan-persyaratan yang diajukan Moskow tak kunjung dipenuhi. Penyambungan kembali Bank Pertanian Rusia (Rosselkhozbank) ke sistem pembayaran perbankan SWIFT termasuk di antara persyaratan yang diinginkan Moskow.

Baca Juga

“Rusia telah berulang kali memperpanjang kesepakatan dengan harapan perubahan positif. Namun, apa yang kami lihat sekarang tidak memberi kami alasan untuk setuju mempertahankan status quo,” kata Gatilov saat diwawancara kantor berita Rusia, Izvestia, Senin (3/7/2023).

Gatilov pun menyampaikan bahwa Rusia terbuka dengan solusi diplomatik untuk menyelesaikan krisis di Ukraina. Namun dia menyebut, sekarang prospek itu meredup karena Kiev dan Barat terus bertaruh pada penggunaan kekuatan militer.

Bulan lalu Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan, negaranya menolak perpanjangan masa aktif BSGI. Hal itu karena bagian terkait pencabutan sanksi Barat terhadap produk pertanian Rusia tak kunjung dilakukan.

“Saya harus menyatakan lagi bahwa perpanjangan lebih lanjut tidak mungkin dilakukan kecuali paket (perjanjian BSGI) Istanbul ditegakkan seperti yang diprakarsai Sekretaris Jenderal PBB (Antonio Guterres) pada 17 Juli (2022),” kata Lavrov saat berbicara di 46th Session of the Council of Foreign Ministers of the Organization of the Black Sea Economic Cooperation (BSEC), dikutip kantor berita Rusia, TASS, Rabu, 14 Juni 2023.

Dia mengungkapkan, sejauh ini pelaksanaan BSGI hanya terpaku pada proses pengiriman komoditas biji-bijian dari Ukraina. Sementara bagian terkait Rusia tidak dilaksanakan. “Bagian dari paket amonia Rusia tidak berfungsi. Tidak ada kemajuan juga dalam implementasi memorandum Rusia-PBB yang bertujuan memastikan penarikan nyata produk pertanian dan pupuk Rusia dari sanksi sepihak Barat yang ilegal,” ujar Lavrov.

Sebelumnya Presiden Rusia Vladimir Putin juga telah menyampaikan, dia sedang mempertimbangkan untuk menarik negaranya dari BSGI. Putin memandang kesepakatan itu telah disalahgunakan dan bertentangan dengan prinsip awal, yaitu membantu negara-negara berkembang.

Komoditas biji-bijian hanya dikirim ke negara-negara Uni Eropa yang makmur...

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement