Rabu 12 Jul 2023 16:11 WIB

Pensiun, Mantan Presiden Brasil Buka Toko Online Perlengkapan Pesta dan Dekorasi Kue

Banyak mantan presiden memilih mendirikan yayasan atau jadi pembicara setelah pensiun

Rep: Amri Amrullah/ Red: Nidia Zuraya
 Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaromemilih jalur karir berbeda setelah ia pensiun dari karir politiknya.
Foto: AP/Bruna Prado
Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaromemilih jalur karir berbeda setelah ia pensiun dari karir politiknya.

REPUBLIKA.CO.ID, BRASILIA -- Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro memilih jalur karir berbeda setelah ia pensiun dari karir politiknya. Bila banyak mantan presiden mendirikan yayasan, menjadi pembicara serta punggawa politik atau sebagai tokoh yang diundang dalam seremonial penting baik di dalam dan luar negeri, berbeda dengan Bolsonaro yang memilih berdagang dengan membuka toko online.

Bolsonaro membuka toko onlinenya dengan produk jualannya berupa perlengkapan pesta, topi pesta, dekorasi kue dan spanduk hias yang bergambar wajahnya sebagai mantan presiden Brasil. Jair Bolsonaro memilih jalan yang berbeda dan membuka sebuah toko di mana, seseorang dapat memesan langsung atau melalui online.

Baca Juga

"Saatnya berpesta, oke?" demikian bunyi slogan poster tersebut, di bawah potret sang tokoh populis yang sedang tersenyum. "Perlengkapan pesta paling kanan berharga 149,99 reais, atau kurang dari 24 poundsterling (kurang lebih Rp 450 ribu)," tulis iklan produk pestanya.

Perlengkapan pesta ini merupakan penawaran terbaru dari toko online Bolsonaro, yang dibuka pada bulan Februari, satu bulan setelah para pengikutnya melakukan kerusuhan di ibukota Brasil, Brasilia. Aksi protes yang berujung kekerasan itu untuk menolak kekalahannya dalam pemilihan umum tahun lalu.

"Jika ada tema pesta ulang tahun yang lebih keren dari ini, saya tidak tahu," demikian bunyi sebuah unggahan di akun Instagram toko tersebut, yang menyertai sebuah foto anak laki-laki politisi Bolsonaro, Eduardo, yang mengenakan topi berbentuk kerucut dengan gambar ayahnya.

Para pengkritik mantan pemimpin Brazil telah mencemooh emporium internet itu sebagai koda yang menyedihkan dan melankolis bagi karier politik yang mereka harapkan akan segera berakhir. Terutama setelah Bolsonaro dilarang mencalonkan diri kembali pada pemilu Brasil bulan lalu, usai menjual 'kebohongan yang mengerikan' selama pemilihan umum tahun 2022 yang penuh persaingan.

Menulis di surat kabar O Globo pada Selasa (11/7/2023), seorang kolumnis konservatif bertanya kepada para pembaca: "Apakah Bolsonaro benar-benar sudah mati (secara politik)?".

Pakar yang dimaksud itu, Merval Pereira, mengakui bahwa menghapus karir politisi mana pun adalah hal yang bodoh. "Mereka mengatakan bahwa dasar lautan pun memiliki trampolin, yang artinya dalam kondisi terpuruk sekalipun, bahkan bisa jadi titik balik menuju kesuksesan," ujar Pereira.

"Namun, saat ini, mantan presiden tersebut... sepertinya dia sedang menuju akhir kariernya," tambahnya.

Para anggota faksi tersebut minggu ini menyuarakan kegembiraan atas transisi mantan pemimpin mereka, dari partai politik ke topi pesta. "Ulang tahun saya baru akan jatuh pada bulan Februari, tetapi saya ingin merayakannya sekarang," tulis salah satu penggemar dari daerah pedesaan São Paulo, yang merupakan kubu pendukung Bolsonaro.

Bolsonaristas lainnya merayakan 'dekorasi patriotik' sebagai cara untuk mengusir para pengunjung pesta yang tidak diinginkan, yang termasuk dalam kelompok koalisi kekacauan di Brasil. "Pengusir yang sempurna untuk orang kidal yang menyusup," tulis salah satu dari mereka.

Topi pesta bukan satu-satunya cendera mata yang ditawarkan di toko mantan presiden ini, di mana produknya dapat dibayar dengan 12 kali cicilan. Ada buku catatan (9,30 poundsterling), gelas bir (11 pounds), gantungan kunci (3,95 pounds) dan stiker (1,50 pounds) dengan slogan Bolsonaro: "Brasil di atas segalanya! Tuhan di atas segalanya!"

Dan ada juga kalender 14 halaman yang mengenang beberapa 'pencapaian terpenting' dari masa kepresidenan Bolsonaro yang penuh gejolak pada 2019-2023. Ketika itu Brazil dilanda lebih dari 700.000 orang meninggal akibat Covid, deforestasi Amazon melonjak, dan Brazil menjadi negara kelas terbawah di dunia.

Harga kalender ini telah dipangkas dari 9,50 pounds menjadi 7,90 pounds. "Mimpi kami lebih hidup dari sebelumnya!" demikian bunyi moto di sampulnya, meskipun banyak orang Brazil yang tidak begitu yakin. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement