Sabtu 12 Aug 2023 13:09 WIB

Polisi Brasil Selidiki Bolsonaro Terkait Jam Tangan Mewah Hadiah Pemerintah Arab Saudi

Bolsonaro membantah melakukan pelanggar terkait pemberian hadiah tersebut

Rep: Lintar Satria/ Red: Nidia Zuraya
Perhiasan permata dan jam tangan mewah yang diberikan Pemerintah Saudi pada tahun 2021 kepada presiden Brasil saat itu Jair Bolsonaro dan istrinya, Michelle Bolsonaro.
Foto: EPA-EFE/Isaac Fontana
Perhiasan permata dan jam tangan mewah yang diberikan Pemerintah Saudi pada tahun 2021 kepada presiden Brasil saat itu Jair Bolsonaro dan istrinya, Michelle Bolsonaro.

REPUBLIKA.CO.ID, BRASILIA -- Polisi federal Brasil menuduh mantan Presiden Jair Bolsonaro menerima uang tunai dari penjualan dua jam tangan mewah senilai hampir 70.000 dolar AS yang diterimanya sebagai hadiah dari Arab Saudi ketika ia masih menjabat. Tuduhan ini akan berpotensi pukulan lain bagi pemimpin sayap kanan tersebut.

Sebelumnya pada hari yang sama, Jumat (12/8/2023) petugas penegak hukum Brasil menggerebek rumah dan kantor beberapa orang yang diduga terlibat dalam kasus ini. Termasuk seorang jenderal angkatan darat bintang empat. Bolsonaro membantah melakukan pelanggar terkait pemberian hadiah tersebut.

Baca Juga

Seorang perwira Polisi Federal mengatakan kepolisian sedang mencari otorisasi untuk mengakses informasi perbankan dan keuangan pribadi Bolsonaro. Perwira yang tidak bersedia disebutkan namanya itu mengatakan Kepolisian Federal telah meminta bantuan dari FBI.

Dalam sebuah pernyataan pengacara Bolsonaro mengatakan ia akan memberikan otorisasi kepada peradilan Brasil untuk mengakses catatan perbankannya.

"Presiden Bolsonaro tidak pernah menggelapkan atau salah menempatkan aset-aset publik," kata pernyataan itu.

Kasus ini menambah kasus hukum yang dihadapi Bolsonaro atas aktivitas-aktivitasnya selama menjabat sebagai presiden. Ia juga sedang diselidiki terkait dengan kerusuhan yang dilakukan pendukungnya di ibu kota setelah ia turun jabatan serta tindakan-tindakan lain selama kampanye pemilihan presiden musim gugur tahun lalu.

Brasil mewajibkan warganya yang tiba dengan pesawat dari luar negeri untuk mendeklarasikan barang-barang yang bernilai lebih dari 1.000 dolar AS dan, untuk jumlah di atas pengecualian tersebut, membayar pajak sebesar 50 persen dari nilainya. Perhiasan tersebut akan dibebaskan dari pajak jika merupakan hadiah dari Arab Saudi ke Brasil, tetapi tidak boleh disimpan Bolsonaro.

"Jumlah yang diperoleh dari penjualan ini diubah menjadi uang tunai dan kemudian menjadi aset pribadi mantan presiden melalui perantara dan tanpa masuk ke dalam sistem perbankan formal," kata Polisi Federal, menurut sebuah perintah yang dikeluarkan oleh Hakim Agung Alexandre de Moraes.

Hakim mengatakan polisi yakin strategi para tersangka adalah "menyembunyikan asal, lokasi, dan kepemilikan dari jumlah tersebut."

Berdasarkan surat perintah Hakim, penyelidikan terhadap ajudan Bolsonaro, Letnan Kolonel Mauro Cid, menemukan pada Juni 2022 lalu Cid menjual jam tangan Rolex dan jam tangan Patek Philippe yang diberikan sebagai hadiah oleh pemerintah Arab Saudi pada tahun 2019 ke sebuah toko di Amerika Serikat. Total harga dua jam tangan itu senilai 68.000 dolar AS.

Uang tersebut diduga ditransfer ke rekening bank ayah Cid pada hari yang sama. Pada Maret 2023, ketika penyelidikan sedang berlangsung dan Polisi Federal meminta Bolsonaro mengembalikan dua set hadiah perhiasan, pengacaranya, Frederick Wassef, membeli kembali arloji Rolex itu di Miami dan menyerahkannya kepada pihak berwenang Brasil pada bulan April.

Wassef maupun ayah Cid adalah target dari surat perintah penggeledahan dan penyitaan yang dikeluarkan pada hari Jumat kemarin. penasihat dekat Bolsonaro yang bertanggung jawab untuk mengembalikan perhiasan tersebut juga diselidiki.

Awal tahun ini, Bolsonaro diputuskan tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri sebagai presiden hingga tahun 2030 setelah panel hakim memutuskan ia menyalahgunakan kekuasaannya dan menimbulkan keraguan yang tidak berdasar terhadap sistem pemungutan suara elektronik di negara itu. Ia juga menghadapi persidangan dalam beberapa kasus lain yang dapat menjebloskannya ke penjara.

Salah satu investigasi berkisar pada penangkapan Cid pada bulan Mei karena diduga memalsukan kartu vaksin Covid-19 untuk keluarganya sendiri dan keluarga Bolsonaro selama pandemi. 

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement