Rabu 16 Aug 2023 16:36 WIB

Angkatan Darat AS Pertimbangkan Beberapa Versi Drone Penghancur Tank

Drone itu akan menjadi bagian dari program Low Altitude Stalking and Strike Ordnance.

Rep: Lintar Satria/ Red: Nidia Zuraya
Pesawat tanpa awak (Drone). Ilustrasi.
Pesawat tanpa awak (Drone). Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Asisten Menteri Angkatan Darat bidang Akuisisi, Logistik, dan Teknologi Amerika Serikat (AS) Doug Bush mengatakan Angkatan Darat dapat menggaet sejumlah perusahaan untuk memasok drone penghancur tank. Drone itu akan menjadi bagian dari program Low Altitude Stalking and Strike Ordnance atau LASSO.

Inisiatif LASSO baru diluncurkan bulan lalu. Sistem ini bertujuan memberi pasukan amunisi portable yang mirip yang digunakan dalam perang Rusia-Ukraina dengan cepat.

Baca Juga

Pada 7 Agustus lalu Bush mengatakan Angkatan Darat akan "memanfaatkan persaingan usaha, serta mungkin akan memiliki lebih dari satu versi." Pada akhirnya akan meningkatkan kapasitas produksi dan memenuhi permintaan.

"Ada banyak perusahaan di bidang itu," kata Bush seperti dikutip dari Defence News, Rabu (16/8/2023).

Ia tidak mengungkapkan nama-nama perusahaan yang beroperasi di bidang tersebut. Berdasarkan pengumuman Kantor Program Eksekutif Prajurit sistem LASSO akan dibawa prajurit dengan sebuah tabung peluncur dan diikat dengan muatan bahan peledak mematikan.

Isi dari sistem itu termasuk seragam, body-armor atau pelindung yang dilekatkan di pakaian dan senjata. Sistem itu juga akan berisi optik-elektronik dan sensor infra merah, alat kontrol pesawat dan pelacak musuh.

Produk LASSO diperkirakan akan tiba di tangan pasukan AS pada tahun 2024. Umpan baik dan perbaikan dilakukan kemudian.

Sebelumnya, juru bicara PEO (program eksekutif) logistik mengatakan, Angkatan Darat sedang mengerjakan detailnya dengan perusahaan-perusahaan industri pertahanan. Juru bicara tersebut juga mengatakan tahap awal LASSO akan bergantung pada apa yang sudah tersedia di pasar.

Pada Senin (14/8/2023) Bush mengatakan bentuk awal LASSO mungkin akan menyerupai "beberapa hal yang telah dikirim ke Ukraina."

AS telah memberikan miliaran dolar bantuan keamanan kepada negara yang sedang berkonflik tersebut. Bantuan tersebut termasuk ratusan drone satu arah AEVEX Aerospace Phoenix Ghost dan AeroVironment Switchblade. Sebuah paket bantuan yang diumumkan 25 Juli juga termasuk drone mata-mata Black Hornet dari Teledyne FLIR. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement