Rabu 23 Aug 2023 08:34 WIB

Capres dari Partai Republik Usulkan Penghapusan Bantuan Keuangan AS untuk Israel

Capres dari Partai Republik serukan agar AS mengurangi bantuan keuangan bagi Israel

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani
Seorang calon presiden dari Partai Republik, Vivek Ramaswamy menyerukan agar AS mengurangi bantuan keuangan bagi Israel setiap tahun.
Foto: AP
Seorang calon presiden dari Partai Republik, Vivek Ramaswamy menyerukan agar AS mengurangi bantuan keuangan bagi Israel setiap tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Bantuan keuangan Amerika Serikat (AS) untuk Israel menjadi isu politik yang diperdebatkan.  Seorang calon presiden dari Partai Republik menyerukan agar AS mengurangi bantuan keuangan bagi Israel setiap tahun.

Vivek Ramaswamy, seorang pengusaha berusia 37 tahun, menyarankan agar Washington memanfaatkan perjanjian normalisasi antara Israel dan Timur Tengah untuk menghentikan bantuan ke Israel secara bertahap pada 2028.

Baca Juga

Berbicara di podcast "Stay Free" Russell Brand, Ramaswamy berpendapat, dengan integrasi Israel di Timur Tengah melalui hubungan diplomatik dan ekonomi, maka kebutuhan bantuan AS setelah 2028 tidak akan diperlukan lagi.  Proposal ini sangat kontras dengan posisi tradisional Partai Republik yang umumnya sangat pro-Israel dan kritis terhadap setiap upaya untuk mengurangi bantuan keuangan ke negara pendudukan.

Sikap utama Partai Republik menekankan aliansi yang erat dengan Israel. Sementara sayap isolasionis yang muncul di dalam partai tersebut mendukung penilaian kembali hubungan AS-Israel untuk memastikan tidak ada negara yang menjadi terlalu bergantung satu sama lain. Beberapa anggota partai bahkan menyarankan penggunaan bantuan militer sebagai alat untuk menghalangi Israel memperdalam hubungan dengan Cina.

Proposal yang diusulkan Ramaswamy adalah versi yang ditingkatkan dari Abraham Accords. Abraham Accords merupakan landasan dari normalisasi diplomatik antara Israel dengan sejumlah negara Arab seperti UEA dan Bahrain. Menurut Ramaswamy, Abraham Accord harus diperluas mencakup Arab Saudi, Oman, Qatar, dan Indonesia.  Tujuannya adalah untuk mendorong Timur Tengah yang lebih terintegrasi, sehingga bantuan AS kepada Israel dapat dikurangi.

“Saya ingin membawa Israel ke tempat di mana ia dinegosiasikan kembali ke dalam infrastruktur di Timur Tengah lainnya.  Kita tidak perlu khawatir akan menyandera satu negara atau satu wilayah atas satu pertanyaan tertentu yang berkaitan dengan Palestina," ujar Ramaswamy, dilaporkan Middle East Monitor, Selasa (22/8/2023).

Terlepas dari posisinya yang tidak biasa di Partai Republik, Ramaswamy telah mendapatkan dukungan. Statistik jajak pendapat menunjukkan preferensi yang meningkat untuk Ramaswamy daripada kandidat presiden potensial lainnya seperti Gubernur Florida, Ron DeSantis.  Namun, mantan presiden AS Donald Trump tetap menjadi favorit untuk memenangkan nominasi Partai Republik.

Pada 2020, AS memberikan bantuan senilai 3,8 miliar dolar AS kepada Israel. Ini merupakan bagian dari komitmen tahunan jangka panjang yang dibuat di masa pemerintahan Presiden Barack Obama. Nota Kesepahaman ini ditandatangani pada 2016 dan berlaku hingga 2028.

Komentar Ramaswamy menggemakan pernyataan baru-baru ini dari dua mantan duta besar AS untuk Israel. Mantan duta besar itu mengatakan, sudah waktunya untuk mengakhiri paket bantuan senilai 3,8 miliar dolar AS yang diberikan setiap tahun kepada negara pendudukan karena tidak lagi melayani kepentingan Amerika Serikat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement