Senin 04 Sep 2023 19:46 WIB

Ratusan Gedung Sekolah Inggris dalam Kondisi tidak Aman

Pihak berwenang memerintahkan 104 sekolah untuk menutup gedung.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nidia Zuraya
Siswa-siswa Muslim di sebuah sekolah dasar di Inggris
Foto: Corbis
Siswa-siswa Muslim di sebuah sekolah dasar di Inggris

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Menteri Pendidikan Inggris Gillian Keegan menyatakan pada Senin (4/9/2023), ratusan gedung sekolah di Inggris mungkin akan runtuh dan dalam kondisi tidak aman. Pihak berwenang memerintahkan 104 sekolah untuk menutup gedung-gedung yang terbuat dari beton tua dan lemah.

Keegan mengatakan, pemerintah masih menunggu tanggapan dari sekitar 10 persen dari 15 ribu sekolah di Inggris yang menerima survei untuk mengidentifikasi sekolah-sekolah yang berisiko. Bangunan yang dimaksud mengandung Beton Aerasi Autoklaf Bertulang (RAAC) atau suatu bentuk beton ringan yang biasa digunakan pada dinding, lantai, dan langit-langit pada 1960-an-1980-an tetapi sekarang dianggap lemah dan tidak aman.

Baca Juga

Menurut Keegan, sekolah yang diduga memiliki RAAC akan diperiksa dalam dua minggu ke depan. “Kebanyakan dari mereka tidak memiliki RAAC. Bisa jadi ratusan lagi," ujarnya.

Mayoritas sekolah yang terkena dampak masih dapat beroperasi secara normal. Pengungkapan runtuhnya gedung-gedung sekolah hanya beberapa hari sebelum dimulainya masa jabatan baru telah memicu kemarahan di kalangan orang tua dan guru. Kondisi ini mewakili masalah politik baru bagi Perdana Menteri Rishi Sunak menjelang pemilu yang diperkirakan akan diadakan tahun depan.

Masalah ini menambah kesan buruknya infrastruktur publik di Inggris. Selama berbulan-bulan, Inggris mengalami pemogokan yang mengganggu oleh para pekerja termasuk di rumah sakit dan sekolah.

Mantan pegawai negeri sipil terkemuka di departemen pendidikan Jonathan Slater mengatakan, Sunak dalam jabatan sebelumnya sebagai menteri keuangan telah mengurangi setengah dana tahunan untuk memperbaiki sekolah. Padahal departemen tersebut sudah meminta agar dana tersebut digandakan.

“Kami mengatakan ada risiko kritis terhadap kehidupan jika program ini tidak didanai. Saya benar-benar takjub melihat...keputusan yang diambil pemerintah," ujar Slater.

Partai Buruh menuduh Sunak membahayakan nyawa anak-anak. Kelompok oposisi ini mengatakan, pemerintah tidak menganggap serius peringatan berulang kali mengenai runtuhnya sekolah.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement