Jumat 15 Sep 2023 17:51 WIB

Pengusaha Rusia Berusaha Tarik Investasi Mereka dari Negara Barat

Investasi pengusaha Rusia di negara-negara Barat kini mengalir kembali ke Rusia

Rep: Amri Amrullah / Red: Esthi Maharani
Para pengusaha Rusia kini berusaha menarik semua investasi mereka di negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat.
Foto: AP/Alexander Zemlianichenko
Para pengusaha Rusia kini berusaha menarik semua investasi mereka di negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Para pengusaha Rusia kini berusaha menarik semua investasi mereka di negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat. Salah seorang pengusaha Rusia Oleg Deripaska mengatakan uang yang telah diinvestasikan oleh para pengusaha Rusia di negara Barat kini terus mengalir kembali.

Namun pada saat yang sama, ia mencatat bahwa kelompok oligarki di AS dari negara bagian berusaha untuk mendapatkan uang dari pengusaha dan industrialis Rusia terus menerus. 

Baca Juga

"Perburuan oligarki AS dari negara bagian untuk mendapatkan uang pengusaha Rusia dan industrialis Rusia tidak berhenti, tetapi hanya ada dua hasil yang telah dicapai dengan pasti," katanya di Telegram, dilansir dari TASS, Jumat (15/9/2023).

"Pertama, dari 500 miliar hingga 1 triliun euro atau dolar dalam bentuk dana yang diinvestasikan oleh orang-orang Rusia di Barat dalam bentuk aset, saham, real estat, dan rekening bank secara perlahan tapi pasti, dengan berbagai cara, akan kembali ke Rusia, dan ini merupakan dorongan yang baik untuk pemulihan ekonomi dan aktivitas investasi," katanya.

Bloomberg melaporkan pada hari Kamis bahwa sejak Februari 2022, orang-orang terkaya Rusia telah membawa aset senilai 50 miliar dolar AS kembali ke Rusia atau negara-negara sahabat.

Namun negara Barat termasuk AS saat ini sedang berusaha membekukan atau memblokir dana yang dimiliki oleh Rusia dan pengusaha Rusia. Itu pula yang sempat ditawarkan Presiden Vladimir Putin soal penukaran aset pengusaha Barat di Rusia.

 

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement