Ahad 17 Sep 2023 05:07 WIB

Wapres Maruf Amin Bertemu PM Li Qiang Promosikan Paviliun Indonesia

Indonesia ikutserta dalam China-ASEAN Expo (CAEXPO) 2023.

Paviliun Indonesia dibuka dalam China-ASEAN Expo (CAEXPO)  di Kota Nanning, Cina.
Foto: Dokumentasi KJRI Guangzhou
Paviliun Indonesia dibuka dalam China-ASEAN Expo (CAEXPO) di Kota Nanning, Cina.

REPUBLIKA.CO.ID, NANNING -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin bertemu Perdana Menteri (PM) Cina Li Qiang untuk mempromosikan paviliun Indonesia di China-ASEAN Expo (CAEXPO) 2023. "Paviliun yang akan menampilkan provinsi Kalimantan Tengah dan negara Indonesia dikenal dengan kekayaan budaya, sumber daya alam dan lingkungan," kata Wapres Ma'ruf Amin di Liyuan Resort, kota Nanning, provinsi Guangxi, Cina pada Sabtu (16/9/2023).

Wapres Ma'ruf Amin menyampaikan hal tersebut saat melakukan pertemuan bilateral dengan PM Cina Li Qiang menjelang pembukaan China-ASEAN Expo (CAEXPO) 2023 yang diselenggarakan pada 16-19 September 2023. "Paviliun yang akan menampilkan Provinsi Kalimantan Tengah dan Indonesia dikenal dengan kekayaan budaya, sumber daya alam dan lingkungan," ungkap Wapres Ma'ruf.

Baca Juga

Indonesia dalam CAEXPO 2023 akan hadir dengan 2 paviliun, yaitu paviliun komoditi yang menampilkan produk unggulan dan paviliun "City of Charm" yang menampilkan keunggulan provinsi Kalimantan Tengah, yang dikenal dengan budaya, sumber daya alam dan lingkungan.

"Saya mengundang Yang Mulia (PM Li Qiang) untuk mengunjungi 2 paviliun Indonesia," katanya.

Wapres Ma'ruf juga mencatat interaksi yang intens antara Indonesia dan Cina. "Kunjungan kali ini adalah kunjungan pertama saya ke Cina setelah pandemi Covid-19. Saya berharap kunjungan akan memberikan kontribusi positif bagi kemitraan kedua negara kita dan antara ASEAN dan Republik Rakyat Cina," ucapnya.

Perdana Menteri Li Qiang pada 5-8 September 2023 baru saja berkunjung ke Indonesia untuk sejumlah agenda, yaitu untuk menghadiri Konfernsi Tingkat Tinggi untuk Kerja Sama Asia Timur (East Asia Summit/EAS) ke-18 pda 6 September yang digelar dalam rangkaian KTT ke-43 ASEAN. Itu sekaligus sebagai kunjungan resmi pertama Li Qiang ke sebuah negara Asia sebagai Perdana Menteri Cina.

Pada tanggal yang sama, PM Li Qiang menjajal Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Kemudian pada 8 September 2023, PM Li Qiang bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Pertemuan kedua pemimpin pemerintahan itu menghasilkan enam kesepakatan dan kerja sama antara lain dalam bidang e-commerce dan pertanian.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan pertemuan dengan Presiden Jokowi itu meliputi dukungan e-commerce untuk usaha, kerja sama bidang industri, pertanian, perikanan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta inovasi.

Secara khusus, di bidang infrastruktur, dibicarakan hasil inspeksi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang memuaskan, namun isu soal pembengkakan biaya (cost overrun) dapat diselesaikan segera. Selain itu, dibahas juga tentang kerja sama tata kota pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berkiblat pada kota Shenzhen.

Di bidang perdagangan, Indonesia meminta agar ekspor produk pertanian seperti sarang burung walet dan durian plus bisa ditingkatkan ke Cina.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement