Selasa 24 Oct 2023 09:10 WIB

Negara Mana Saja yang Telah Mengirim Bantuan ke Gaza?

Lebih dari 200 truk yang membawa 3.000 ton bantuan berada di dekat perbatasan Gaza.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
Truk yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Jalur Gaza melintasi gerbang perbatasan Rafah, di Rafah, Mesir, Sabtu (21/10/2023).
Foto: EPA-EFE/KHALED ELFIQI
Truk yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Jalur Gaza melintasi gerbang perbatasan Rafah, di Rafah, Mesir, Sabtu (21/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA --  Dua gelombang pengiriman bantuan tiba di Gaza pada akhir pekan. Ini adalah bantuan kemanusiaan pertama yang masuk ke Gaza sejak Israel mulai membombardir wilayah kantong Palestina itu setelah infiltrasi Hamas ke Israel pada 7 Oktober.

Gaza sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan setelah Israel memutus pasokan makanan, bahan bakar, air dan listrik sebelum melancarkan kampanye pengeboman. Lebih dari 5.000 warga Palestina, termasuk anak-anak dan wanita gugur dalam serangan bom Israel.

Baca Juga

Dilaporkan Aljazirah, setidaknya delapan pesawat yang membawa bantuan dari Turki, Uni Emirat Arab, Qatar, Yordania dan Tunisia telah mendarat di Bandara Internasional El Arish di Semenanjung Sinai Mesir. India telah mengirimkan bantuan medis dan bencana ke El Arish pada Ahad (22/10/2023).

Rwanda telah mengirimkan 16 ton bantuan kemanusiaan ke Gaza. Sementara Uni Eropa meluncurkan jembatan udara dan melipatgandakan bantuannya ke wilayah tersebut. Namun, beberapa negara Uni Eropa termasuk Jerman, Denmark dan Swedia untuk sementara waktu menangguhkan bantuan mereka ke Gaza sebagai respons terhadap serangan Hamas ke Israel.

Konvoi gelombang pertama yang terdiri dari 20 truk menyeberang dari Mesir ke Gaza pada Sabtu (21/10/2023). Kemudian konvoi gelombnag kedua tiba pada hari berikutnya.

Lebih dari 200 truk yang membawa sekitar 3.000 ton bantuan telah ditempatkan di dekat persimpangan di sisi Mesir. Mereka menunggu persetujuan Israel untuk memasuki Gaza.

Perwakilan UNICEF di Mesir, Jeremy Hopkins mengatakan, truk yang telah masuk tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Gaza. Setidaknya dibutuhkan antara 100 hingga 200 truk yang masuk setiap hari untuk memenuhi kebutuhan warga Gaza.

Lebih dari satu juta orang terpaksa mengungsi, dan puluhan ribu lainnya terluka dan memerlukan perawatan medis secepatnya. Selain itu, orang-orang lainnya membutuhkan makanan dan kebutuhan dasar lainnya.

Konvoi bantuan tersebut membawa pasokan medis dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), seperti pembalut, obat bius, dan obat penghilang rasa sakit. Truk-truk tersebut juga memuat makanan, termasuk kaleng tuna, pasta tomat, dan tepung terigu.

Mereka juga telah mengangkut air minum dalam kemasan.  Konvoi pertama mempunyai cukup air bagi 27.000 orang untuk satu hari, dan konvoi kedua membawa air bagi 22.000 orang untuk sehari.

Kantor kemanusiaan PBB mengatakan, jumlah bantuan yang masuk sejauh ini hanya mewakili 4 persen dari rata-rata harian yang dibutuhkan sebelum terjadinya perang. Bantuan yang masuk hanya sebagian kecil dari jumlah yang dibutuhkan saat ini karena persediaan makanan, air, obat-obatan dan bahan bakar habis.

Bantuan yang dikirim ke Gaza tidak termasuk bahan bakar, yang digunakan untuk menghidupkan generator di rumah sakit. Para dokter dari satu-satunya rumah sakit kanker di Gaza telah memperingatkan bahwa mereka kehabisan bahan bakar dan mungkin terpaksa ditutup.

Bantuan tersebut masuk melalui perbatasan Rafah antara Mesir dan Gaza yang dibuka untuk memungkinkan sejumlah kecil bantuan masuk ke Gaza. Pasokan yang masuk ke Gaza melalui Rafah memerlukan persetujuan Israel.

Israel mengatakan, tidak akan mencegah bantuan kemanusiaan memasuki Gaza melalui Mesir setelah mendapat tekanan dari sekutu internasionalnya. Truk-truk menunggu di luar perbatasan, sehingga mereka bisa memasuki Gaza kapan pun perbatasan dibuka. Hopkins mengatakan, perbatasan harus dibuka secara berkelanjutan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement