Rabu 06 Dec 2023 18:59 WIB

Vladimir Putin Tiba di Uni Emirat Arab

Rusia memiliki hubungan bilateral yang sangat baik dengan UEA

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani
Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan
Foto: AP Photo/Sergei Savostyanov
Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI – Presiden Rusia Vladimir Putin telah tiba di Uni Emirat Arab (UEA) untuk melakukan kunjungan kerja, Rabu (6/12/2023). Dia akan mengadakan pertemuan dengan Presiden UEA Mohammed Al Nahyan. 

“Presiden Rusia Vladimir Putin telah tiba di Abu Dhabi, di mana ia akan mengadakan pembicaraan dengan mitranya dari UEA, Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan,” tulis kantor berita Rusia, TASS, dalam laporannya.

Baca Juga

Sebelumnya ajudan Putin, Yury Ushakov, sudah menyampaikan tentang agenda kunjungan Putin ke UEA. Ushakov mengatakan, Rusia memiliki hubungan bilateral yang sangat baik dengan UEA.

“Kami puas dengan perkembangannya. Kerja sama bersifat kemitraan yang komprehensif dan bermanfaat. Dan, tentu saja, komunikasi dan kontak berbasis kepercayaan antara para kepala negara kami berperan penting dalam hal ini,” ucapnya.

Ushakov menambahkan, pertemuan Putin dengan Mohammed Al Nahyan akan menjadi yang kedua tahun ini. Pada Juni lalu, keduanya sempat bertemu di sela-sela St. Petersburg International Economic Forum. UEA menjadi tamu kehormatan dalam acara tersebut.

Dia mengungkapkan, UEA adalah mitra ekonomi luar negeri utama Rusia di dunia Arab. Ushakov menyebut, pada 2022, omset perdagangan timbal balik mencapai titik tertinggi dalam sejarah dan mencapai rekor 9 miliar dolar AS. “Tahun ini, interaksi juga berkembang dengan sangat baik. Menurut perhitungan kami untuk Januari-September, omset perdagangan bertambah 63 persen dibandingkan angka tahun lalu pada periode yang sama,” ujarnya. 

Dari UEA, Putin akan melanjutkan perjalanannya ke Saudi dan mengadakan pertemuan dengan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS). Ushakov mengatakan, hubungan kerja sama antara Moskow dan Riyadh juga terjalin sangat baik. Dia menyebut, omset perdagangan dengan Saudi pada periode Januari-September tahun ini meningkat 4,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan mencapai 1,35 miliar dolar AS.

Menurut Ushakov, bidang pertanian, energi; termasuk tenaga nuklir, industri, investasi, dan luar angkasa menjadi bidang-bidang yang berpotensi dikerjasamakan dengan Saudi. Sekitar 70 persen perdagangan kedua negara berasal dari ekspor produk pertanian Rusia. Ushakov mengatakan, Putin dan Pangeran MBS diperkirakan akan turut membahas kerja sama dalam kerangka koridor transportasi internasional Utara-Selatan selama pertemuan mereka.

Kunjungan Putin ke Saudi dan UEA dimungkinkan terjadi karena kedua negara tersebut bukan merupakan negara pihak dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Pada 17 Maret 2023 lalu, ICC diketahui telah menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Putin. Presiden Rusia itu dituduh melakukan kejahatan perang karena diduga terlibat dalam penculikan anak-anak di Ukraina. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement