Kamis 18 Jan 2024 17:56 WIB

Israel Klaim Bunuh 60 Pejuang Palestina dalam 24 Jam

Israel klaim pada awal tahun ini mereka sudah mengalahkan sebagian besar Hamas.

Rep: Lintar Satria / Red: Gita Amanda
Asap mengepul setelah ledakan di bagian utara Jalur Gaza, (ilustrasi). Israel klaim sudah berhasil mengalahkan sebagian pasukan Hamas di utara Gaza.
Foto: EPA-EFE/ATEF SAFADI
Asap mengepul setelah ledakan di bagian utara Jalur Gaza, (ilustrasi). Israel klaim sudah berhasil mengalahkan sebagian pasukan Hamas di utara Gaza.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Angkatan Bersenjata Israel mengatakan pasukannya membunuh 60 pejuang Palestina dalam 24 jam terakhir. Dalam pernyataannya, Kamis (18/1/2024) militer Israel mengatakan sebagian besar pejuang tewas di selatan Khan Younis.

Sementara yang lainnya tewas di utara Gaza termasuk di lokasi yang digunakan kelompok Islam Jihad. Dikutip dari Aljazirah, semalam terjadi baku tembak di Khan Younis antara pejuang Palestina dan pasukan Israel yang terus merangsek masuk ke dalam kota itu dengan bantuan serangan udara.

Baca Juga

Serangan Israel ke seluruh penjuru Gaza juga menewaskan 16 warga sipil Palestina. Setidaknya tiga orang diantaranya anak-anak yang tewas dalam serangan ke sebuah rumah di Rafah.

Israel mengatakan pada awal tahun ini mereka sudah mengalahkan sebagian besar Hamas di utara Gaza dan menurunkan skala operasi di sana. Kini mereka fokus di arae pemukiman perkotaan di tengah dan selatan wilayah tersebut.

Pasukan tambahan Israel sudah mundur Gaza pada Senin (13/1/2024), namun tidak banyak perubahan di medan pertempuran, masih dengan banyak warga Palestina yang terbunuh setiap hari.

Sementara itu proses pencarian penyintas dari serangan Israel ke sebuah rumah di Rafah yang menewaskan 16 orang masih dilakukan. Ghadeer al-Zamili mengatakan ia sedang berada di sekolah tempat penampungan ketika rumah keluarganya diserang.

"Saya menemukan istri saudara laki-laki saya, anak-anaknya dan semua anggota keluarganya syahid, ini bukan salah mereka, saya melihat gadis kecil terbakar akibat pengeboman, tidak ada yang bergerak.

Salah satu penyintas Umm Walid al-Zamili juga mengatakan perempuan dan anak-anak termasuk korban tewas. "Ini tujuan Israel?" katanya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement