Kamis , 18 May 2017, 19:35 WIB

Surat Kabar Khusus Anak di Australia Kesulitan Dana

Red: Ani Nursalikah
ABC
Crinkling News sekarang dibaca sekitar 30 ribu anak-anak sejak terbit setahun lalu.
Crinkling News sekarang dibaca sekitar 30 ribu anak-anak sejak terbit setahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Di saat Senat Parlemen Australia sedang bersiap mengadakan dengar pendapat mengenai masa depan jurnalisme di Australia, harian pertama khusus untuk anak-anak Crinkling News berjuang untuk bertahan hidup.

Setahun lalu, dua mantan wartawan dari kelompok media Fairfax menggunakan uang PHK mereka untuk membuat Crinkling News. Mereka tidak menggunakan platform digital, dan tetap bertahan dengan media tradisional dalam bentuk koran.

"Kami berpikir penting sekali bagi anak-anak untuk memiliki surat kabar sendiri bagi mereka, yang bisa mereka baca ketika sarapan pagi dengan orang tua mereka." kata editor Crinkling Saffron Howden.

Setahun kemudian, Crinkling News ini dikirim seminggu sekali ke sekitar 800 sekolah dengan pembaca sekitar 30 ribu anak-anak.

Saffron Howden
Saffron Howden adalah editor Crinkling News.

ABC News: Ursula Malone

Namun meski berhasil, harian tersebut mengalami nasib yang sama dengan begitu banyak koran di seluruh dunia saat ini, bagaimana membuat koran yang bisa dijual, dengan iklan beralih ke online. "Dalam konteks begitu banyaknya pengurangan tenaga kerja di industri ini, kami sebenarnya memiliki cerita berbeda dimana pembaca kami meningkat, namun kami kehabisan dana," kata Howden.

"Kami memerlukan dana tambahan, untuk membuat kami bisa berkelanjutan, sesuatu yang hanpir tercapai," katanya.

Harian itu meluncurkan kampanye crowdfunding untuk mengunpulkan dana 200 ribu dolar AS (sekitar Rp 2 miliar) dengan tenggat waktu Kamis pagi untuk membuat mereka tetap bertahan hidup. "Ada anak-anak yang memanggang kue, menjual limun untuk mengumpulkan dana, dan juga yang ingin menyumbangkan uang saku mereka," tambah Howden.

"Ada yang membuat poster di kelas untuk mendorong orang menyumbangkan dana buat Crinkling News."

Anak-anak juga memerlukan berita yang bisa mereka percaya

Editor Crinkling News ini mengatakan bila kampanye mereka gagal, maka mereka akan berhenti memproduksi surat kabar tersebut. "Bila kami tidak berhasil mencapai angka 200 ribu dolar AS di akhir kampanye ini, kami tidak akan mengambil uangnya sama sekali." katanya.

"Ini cara kerja kampanye crowdfunding, dan kami sengaja melakukannya, karena kami memerlukan dana tertentu untuk membuat kami bisa berkelanjutan, sehingga kami bisa memproduksi Crinkling News selama belasan tahun ke depan."

Grace Gregson (10 tahun) dari Sydney adalah salah satu reporter muda surat kabar tersebut.

Grace Gregson
Grace Gregson 10 tahun adalah salah satu reporter Crinkling News.

ABC News: Ursula Malone

Dia mengatakan anak-anak perlu tahu mengenai apa yang terjadi di dunia ini dan mereka tidak mau hanya sekadar diberitahu. "Crinkling memungkinkan generasi muda Australia mengetahui masalah yang terjadi di dunia," kata Grace.

"Ini sama seperti mengambil satu-satunya surat kabar untuk orang dewasa dan membuat mereka kehilangan informasi sama sekali."

Pada Rabu (17/5), Grace akan menjadi salah seorang termuda di Australia yang memberikan pendapat dalam sidang di Senat Parlemen Australia. Dia mengatakan penting sekali di saat beredarnya begitu banyak berita palsu, anak-anak memiliki informasi yang bisa mereka percaya.

"Apakah kami ingin percaya dengan artikel yang ditulis untuk warga Australia mengenai masalah di Australia, tetapi bukan sekadar yang dibuat oleh warga Australia yang bisa kita temukan secara random online," katanya.

Status badan aman bagi surat kabar?

Mantan pemimpin redaksi Sydney Morning Herald dan Sunday Age, Peter Fray sekarang berada di dewan penasehat Crinkling News.

Peter Fray
Peter Fray.

ABC News: Ursula Malone

"Saya akan sangat kecewa bila Crinkling harus mati. Saya kira Crinkling News adalah mengenai masa depan, adalah mengenai anak-anak kita yang belajar mengenai berita lewat cara yang berimbang dan objektif," kata Fray.

Dia ingin Senat Parlemen mempertimbangkan ide baru sepeerti menjadikan surat kabar ini berstatus badan amal, sehingga bisa mendapatkan keringanan pajak dan bantuan lainnya. "Pada dasarnya, yang kita perlukan adalah mengeksplorasi model bisnis baru karena tanpa adanya model bisnis yang berkelanjutan, masa depannya suram."

Diterjemahkan pukul 14:40 AEST 17/5/2017 oleh Sastra Wijaya dan simak artikelnya dalam bahasa Inggris di sini

Sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/berita/media-untuk-anak-anak-kesulitan-mencari-dana/8533424