Rabu, 8 Ramadhan 1439 / 23 Mei 2018

Rabu, 8 Ramadhan 1439 / 23 Mei 2018

AS Bujuk Negara Sekutu untuk Tekan Iran

Jumat 11 Mei 2018 10:46 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Nur Aini

Menlu AS Mike Pompeo.

Menlu AS Mike Pompeo.

Foto: AP Photo/Manuel Balce Ceneta
AS ingin Iran bernegosiasi kembali terkait program nuklir.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo akan segera mengadakan pertemuan dengan sekutu negaranya di Eropa. Pompeo berencana melakukan lobi kepada negara-negara Eropa terkait program nuklir Iran.

Pompeo akan membujuk sekutu AS di Eropa, Timur Tengah, dan Asia guna menekan Iran agar bersedia membuat perjanjian terkait program rudal dan nuklir mereka. Paman Sam berharap Iran bersedia melakukan negosiasi menyusul pemberlakuan kembali sanksi ekonomi AS kepada Teheran.

Sanksi dilakukan dengan melarang sejumlah perusahaan asal Eropa dan negara lainnya untuk melakukan perdagangan dengan Iran, terutama jual beli minyak. Hal tersebut dilakukan guna melemahkan perekonomian Iran yang disokong oleh minyak.

Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS mengatakan pembicaraan dengan Inggris, Prancis, Jerman, Jepang, Irak, dan Israel telah dilakukan. Hal itu dilakukan sejak Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran.

"Akan ada upaya untuk keluar secara global dan berbicara dengan mitra kami di seluruh dunia dan memiliki kepentingan yang serupa. Itu adalah tahap pertama," kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri tentang rencana pembicaraan oleh Pompeo, Brian Hook.

Presiden Donald Trump memutuskan menarik diri dari perjanjian nuklir internasonal dengan Iran. Kebijakan itu meningkatkan risiko konflik di Timur Tengah dan membuat kecewa sekutu Eropa.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengaku siap mengadakan perundingan nuklir dengan negara-negara Eropa tanpa mengikutsertakan AS. Rouhani telah memerintahkan sejumlah diplomat untuk melakukan negosiasi dengan negara-negara Eropa yang ikut dalam perjanjian tersebut.

Rouhani juga telah menugaskan hal serupa kepada diplomat untuk melakukan pembicaraan dengan Cina dan Rusia. Dia mengatakan, kesepakatan nuklir atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) tetap akan mampu bertahan tanpa ikut serta AS.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES