Sabtu 25 Feb 2017 11:39 WIB

Jerman Mata-matai Jurnalis Dunia, Indonesia Termasuk

Lambang badan intelijen Jerman Bundesnachrichtendienst (BND) di markasnya di Pullach, 15 Km selatan Muenchen.
Foto: REUTERS/Michael Dalder
Lambang badan intelijen Jerman Bundesnachrichtendienst (BND) di markasnya di Pullach, 15 Km selatan Muenchen.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Jurnalis dari BBC, Reuters dan New York Times termasuk dalam sejumlah orang yang dimata-matai oleh badan intelijen asing Jerman.

Berdasarkan laporan yang dilansir dari Independent, Sabtu (25/2), pengawasan itu diduga dilakukan Bundesnachrichtendienst (BND) terhadap sedikitnya 50 reporter sejak 1999. Majalah terkemuka Jerman Der Spiegel melaporkan temuan tersebut setelah memperoleh dokumen BND yang di dalamnya terdapat alamat email, nomor faks dan nomor telepon para jurnalis.

Dokumen tersebut dilaporkan memuat puluhan jurnalis BBC yang dimonitor melalui sejumlah organisasi di London dan Afghanistan. Daftar itu juga menunjukkan nomor telepon New York Times di Afghanistan.

Sejumlah nomor ponsel dan telepon satelit untuk kantor berita Reuters di Afghanistan, Pakistan dan Nigeria juga tercantum di situ. Spiegel mengatakan wartawan dari Kuwait, Lebanon, India, Nepal, Indonesia dan Zimbabwe juga menjadi sasaran.

"Kami kecewa mendengar berita ini. Misi BBC adalah melaporkan berita akurat dan informasi pada warga dunia. Jurnalis kami harusnya bisa bekerja dengan bebas dan aman, dengan perlindungan penuh terhadap narasumber mereka. Kami mendesak semua pemerintah menghormati pers yang bebas," kata juru bicara BBC.

BBC mengatakan belum mendapatkan tanggapan dari BND terkait dugaan tersebut. Cabang Reporters Without Borders di Jerman mengatakan kepada Spiegel, dugaan pengawasan itu merupakan serangan atas kebebasan pers dan dimensi baru pelanggaran konstitusional. BND menolak menanggapi laporan itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement