Selasa , 21 March 2017, 06:55 WIB

FBI dan NSA tak Temukan Bukti Penyadapan Obama di Trump Tower

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Esthi Maharani
AP Photo/Evan Vucci
Presiden AS Donald Trump.
Presiden AS Donald Trump.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI), James Comey, dan Kepala National Security Agency (NSA), Mike Rogers, mengatakan mereka tidak menemukan adanya bukti penyadapan yang dilakukan oleh mantan Presiden Barack Obama di Trump Tower. Tuduhan tak berdasar itu dilayangkan oleh Presiden AS Donald Trump melalui akun Twitter pribadinya lebih dari dua pekan lalu.

"Saya tidak memiliki informasi yang mendukung tweet itu dan kami telah mencarinya dengan hati-hati. Kami tidak memiliki informasi yang mendukung itu. Tidak ada individu di Amerika Serikat dapat mengarahkan pengawasan elektronik kepada siapa pun," ujar Comey, dikutip ABC News.

"Dari sisi NSA saya tidak melihat apa-apa, bahwa kita terlibat dalam kegiatan penyadapan tersebut," tambah Rogers.

Comey dan Rogers bersaksi selama berjam-jam di depan Komite Intelijen, Senin (20/3). Untuk pertama kalinya, mereka akan menjelaskan peran Rusia dalam pemilihan Presiden AS 2016 dan tuduhan tidak berdasar Presiden Trump terkait isu penyadapan terhadap Obama.

Sekretaris Pers Gedung Putih Sean Spicer mengatakan, Trump tidak akan menarik tuduhannya. Baik Trump maupun Gedung Putih telah memberikan pembuktian atas tuduhan tersebut.

Ketua Komite Intelijen Devin Nunes, yang mengundang Comey dan Rogers, sebelumnya telah mengatakan tidak ada bukti penyadapan itu. Namun, ia terbuka jika ada laporan penyadapan lainnya.

"Kami tahu tidak ada penyadapan fisik. Namun, masih mungkin ada taktik pengawasan lainnya yang digunakan untuk memantau Trump dan rekan-rekannya," ungkap Nunes.

Gedung Putih maupun Nunes, belum ada yang memberikan bukti konkret terkait adanya penyadapan yang lebih luas. Para pemimpin bipartisan Komite Intelijen Senat mengatakan tidak ada indikasi bahwa Trump Tower dijadikan subyek pengawasan.