Kamis , 12 Oktober 2017, 11:22 WIB

Jubir AS: ISIS akan Bertarung Mati-matian di Raqqa

Red: Teguh Firmansyah
AP Photo
Anggota ISIS ketika melakukan parade di Raqqa, Suriah.
Anggota ISIS ketika melakukan parade di Raqqa, Suriah.

REPUBLIKA.CO.ID, KOBBANI -- Petempur ISIS di Kota Raqqa, Suriah diperkirakan akan bertarung hingga penghabisan, namun beberapa pemberontak lokal telah menyerahkan diri dalam beberapa waktu terakhir.

Juru bicara pasukan sekutu Amerika Serikat Kolonel Ryan Dillon pada Rabu (11/10) mengatakan, beberapa anggota kelompok penberontak lokal menyerahkan diri akibat terdesak oleh pasukan didukung AS yang mendekati dan menyerang kubu terakhir mereka.

Para pejabat di Dewan Rakyat Raqqa, lembaga yang akan memerintah kota tersebut setelah ISIS diusir, sedang bekerja untuk merundingkan perpindahan secara aman ribuan warga sipil tersandera. Namun pasukan gabungan tidak akan mendukung perundingan apapun terkait penarikan petempur.

"Pasukan gabungan tidak menjadi bagian dari perundingan penyelesaian. (Tapi) kami mengetahui apa yang sedang terjadi dan dibahas saat ini... mereka (dewan) mencoba untuk membebaskan warga," kata Dillon melalui sambungan telepon.

Hingga kini 400 pemberontak ISIS diyakini masih berada dalam daerah kantong kecil di Raqqa yang terkepung oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF), sebuah kelompok milisi gabungan petempur Kurdi dan Arab.

"Kami memperkirakan para petempur asing (di IS) akan bertarung hingga penghabisan, namun kami sudah mendapati sekitar empat sampai lima petempur ISIS menyerahkan diri setiap satu pekan, termasuk emir, pemimpin setempat di Raqqa, selama bulan lalu," kata Dillon menggunakan akronim lain untuk kelompok ISIS.

SDF mengharapkan Raqqa dapat direbut dalam beberapa hari mendatang. Kelompok ISIS mengambil alih kota itu pada 2014, ketika menguasai banyak wilayah di Suriah dan Irak. Raqqa menjadi ibu kota kelompok garis keras tersebut di Suriah, tempat mereka merencanakan serangan mematikan di luar negeri.

Sumber : Antara

Berita Terkait