Ahad 27 Jun 2010 21:11 WIB

G8 Gagal Bersepakat soal Pajak Perbankan

Para pemimpin G8 bercanda sebelum sesi pemotretan dalam forum KTT Toronto.
Foto: Reuters
Para pemimpin G8 bercanda sebelum sesi pemotretan dalam forum KTT Toronto.

REPUBLIKA.CO.ID, TORONTO--Para pemimpin G8 sejauh ini gagal untuk mencapai kesepakatan pada memberlakukan pajak perbankan global pada lembaga-lembaga keuangan untuk membayar krisis ekonomi masa depan. "Tidak ada kesepakatan untuk iuran bank global," ujar Len Edwards, negosiator Kanada untuk pembicaraan dengan pemimpin Kelompok Delapan atau negara-negara terkaya dunia.

Dengan tak adanya kesepakatan, maka mereka akan "bermain dengan pola alam". "Sudah jelas negara-negara di dunia bebas untuk lanjutkan seperti yang mereka inginkan," katanya.

Jerman, Inggris, dan Perancis, yang didukung oleh Amerika Serikat, telah meminta para pemimpin G8 menyepakati sebuah retribusi bank global serta pajak atas transaksi keuangan internasional untuk mengimbangi biaya dari setiap krisis di masa depan.

Perdana Menteri Kanada Stephen Harper dijadwalkan bertemu dengan pemimpin  G 20 untuk mendengar sudut pandang yang berbeda tentang pajak. "Seperti yang telah kita berkata, Kanada dan beberapa negara lain tidak berniat menempatkan pajak perbankan," kata juru bicara pemerintah Kanada, Dimitri Soudas. Menurutnya, negara yang ngotot memberlakukan pajak itu adalah negara-negara yang sistem perbankan mereka terpukul krisis global.

AS dan Inggris melakukan bailout besar-besaran terhadap perbankan dan lembaga keuangan pada tahun 2008 dan 2009 pada puncak krisis ekonomi global. Krisis mereda, bersama Jerman dan Prancis mereka menyusun proposal soal pajak perbankan.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement