Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Cuaca Buruk di Italia Tewaskan 17 Orang

Ahad 04 Nov 2018 21:15 WIB

Red: Israr Itah

Pohon tumbang di Kota Roma, Italia, akibat cuaca buruk.

Pohon tumbang di Kota Roma, Italia, akibat cuaca buruk.

Foto: EPA-EFE/ANGELO CARCONI
Sebanyak 14 juta pohon diperkirakan tumbang.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Hujan lebat dan angin kencang merusak beberapa wilayah di Italia dan menewaskan setidak-tidaknya 17 orang. Sebanyak 14 juta pohon diperkirakan tumbang.

Seorang wisatawan Jerman pada Jumat (2/11) tewas terkena petir di Pulau Sardinia. Sementara satu lagi, yang tewas karena kejadian sama beberapa hari lalu, meninggal di rumah sakit, kata Badan Perlindungan Masyarakat Italia pada Sabtu (3/11).

Juru bicara mengatakan, sejauh ini badan tersebut menerima laporan tentang 17 orang kehilangan nyawa karena cuaca sangat buruk. Banyak di antara mereka tewas karena terkena pepohonan tumbang.

Coldiretti, perhimpunan perusahaan pertanian Italia, mengatakan, dalam pernyataan bahwa angin kencang telah menumbangkan sekitar 14 juta pohon, kebanyakan di wilayah utara. Daerah dari timur laut hingga ke Sisilia di barat daya telah terkena badai. 

Kerusakan terparah dialami kabupaten Trentino di utara serta Veneto, kabupaten di sekitar Venesia. Di wilayah itu, desa dan jalanan tertimbun dan terputus karena longsor.

Di Alpen dekat Belluno, sekitar 100 kilometer sebelah utara Venesia, pohon-pohon cemara bertumbangan bagaikan sekumpulan batang korek api. Permukaan Bendungan Comelico Superiore, yang berada di utara dekat perbatasan dengan Austria, tertutup pohon-pohon cemara yang tumbang dan jatuh ke Sungai Piave.

"Kami membutuhkan setidaknya satu abad untuk kembali ke keadaan normal," kata Coldiretti.

Di Venesia, banyak lapangan dan tempat berjalan kaki terendam banjir berukuran tinggi, tertinggi yang pernah dialami kota kanal itu dalam satu dasawarsa terakhir. Gubernur Veneto, Luca Zaia, mengatakan badai di wilayah tersebut menyebabkan kerugian sedikit-dikitnya 1 miliar euro (Rp 17 triliun).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA