Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Gara-Gara Kaligrafi Syahadat, Sekolah di Virginia Ditutup

Sabtu 19 Dec 2015 06:37 WIB

Rep: Risa Herdahita/ Red: Ani Nursalikah

Kaligrafi kalimat syahadat dalam pelajaran Geografi yang memicu seluruh sekolah di Virginia ditutup.

Kaligrafi kalimat syahadat dalam pelajaran Geografi yang memicu seluruh sekolah di Virginia ditutup.

Foto: cbs

REPUBLIKA.CO.ID, AUGUSTA -- Semua sekolah di sebuah distrik di wilayah negara bagian Virginia, Amerika Serikat ditutup pada Jumat (18/12). Penutupan dipicu pelajaran geografi  yang didalamnya terdapat materi tentang Islam.

Pelajaran itu membuat heboh seantero negeri. Seperti dilansir dari BBC (19/12), awalnya siswa sebuah kelas diminta menyalin tulisan kaligrafi berbahasa Arab. Para siswa diminta untuk memahami nilai seninya.

Sepekan lalu, para siswa di Riverheads High School yang sedang mempelajari Timur Tengah diminta menyalin kaligrafi Arab. Sejumlah siswa menolak tugas itu.

Masalahnya, kaligrafi itu merupakan kalimat syahadat yang menunjukkan pernyataan keislaman seseorang. Orang tua murid yang tak terima pun menuduh pihak sekolah sedang melakukan indoktrinasi.

Pihak sekolah menyatakan, tugas yang diberikan kepada para siswa tidak bermaksud mengubah mereka menjadi Muslim. Pelajaran mengenai agama dan bahasa yang dilakukan saat itu termasuk dalam pelajaran geografi.

"Pelajaran itu dimaksudkan untuk menggambarkan kompleksitas dari Bahasa Arab, dan tidak dimakudkan mempromosikan sistem agama," kata pihak sekolah, dikutip BBC.

Namun, penjelasan itu tak cukup. Kemarahan dan protes menjadi samakin menjadi pada Rabu lalu dan membuat pintu sekolah dikunci dan terus dimonitor.

Hingga Jumat ini, protes terus bertambah. Ini kemudian yang menjadikan sekolah-sekolah di distrik itu ditutup.

Pihak sekolah mengatakan, tidak ada ancaman spesifik yang mereka terima. Namun, aparat penegak hukum mengimbau untuk berhati-hati.

Di sisi lain, keputusan untuk menutup sekolah-sekolah juga menarik berbagai kritik. "Sepertinya ketakutan menang lagi," kata seorang warga kepada koran lokal, News Virginian.

Baca juga:

Kaleidoskop Juni 2015: 60 Tahun Peluru Bersarang di Tubuh, Pria Miliki 420 Batu Ginjal

Mata-Mata Jerman Kerja Sama dengan Dinas Rahasia Assad

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA