REPUBLIKA.CO.ID, HONGKONG/ ISLAMABAD - Alqaida melansir video menandai peringatan 11 September, yang termasuk pesan dari mendiang pemimpinnya, Usamah bin Ladin, kepada rakyat Amerika, kata kelompok pemantauan SITE Intelijen pada Selasa (13/9). SITE menyatakan video 62 menit berjudul "Fajar Kemenangan Segera" itu juga termasuk pidato ketua baru Alqaida Ayman Zawahiri, yang memuji gerakan Kebangkitan Arab.
Badan pemantauan sandi Amerika Serikat itu menyatakan rekaman Usamah itu tampak sama dengan yang ditemukan dalam serangan negara adidaya tersebut di persembunyiannya di Pakistan pada Mei, yang disiarkan Washington tanpa suara. Usamah, yang dibunuh SEAL angkatan laut Amerika Serikat dalam gerakan rahasia, memperingatkan negara itu akan menjadi budak, yang dikendalikan perusahaan besar, dan modal uang Yahudi, kata SITE.
Ia menyarankan rakyat Amerika Serikat membaca buku "Perang Obama" karya Bob Woodward, yang merinci pertengkaran dalam pengambilan keputusan tentara negara adidaya itu, dan mengatakan kepada mereka bahwa semboyan kampanye Presiden Barack Obama "Ya, kita bisa" tidak benar.
Zawahiri, yang saat ini merupakan orang paling dicari Washington, berpidato panjang tentang kejadian pada tahun belakangan, termasuk gerakan di dunia Arab dan kematian Usamah, yang digantinya setelah lama menjadi orang nomor dua Alqaida. "Zawahiri mengatakan bahwa berbeda dengan yang dilaporkan di media, Alqaida mendukung gerakan itu dan berharap itu akan membentuk pemerintahan berasaskan syariah dan betul-betul Islam," kata SITE.
"Gerakan rakyat itu, katanya, adalah bentuk kekalahan Amerika Serikat, sama seperti serangan 11 September dan kekalahannya di Afghanistan dan Irak," katanya.
Alqaida tak hadir dalam perlawanan rakyat itu, yang melanda dunia Arab pada tahun ini dan mengakibatkan kejatuhan pemimpin di Mesir, Libya dan Tunisia serta memicu kerusuhan besar di tempat lain. Pengulas berpendapat bahwa gejala itu membuat gerakan teror dunia melemah dan semakin tidak berguna.
Zawahiri memuji Usamah pendahulunya sebagai pejuang, yang mengalahkan Rusia di Afghanistan serta Amerika Serikat dan mengorbankan segala sesuatu untuk upayanya.
"Amerika Serikat menyangkal kenyataan bahwa ia tidak menghadapi pribadi atau kelompok, tapi seluruh umat Islam. Setelah kepahlawanan Sheikh Osama, wajah Islam dalam gerakan itu tampil," katanya.
"Sifat angkuh Amerika Serikat mendorongnya menyangkal kenyataan bahwa mereka menghadapi kebangkitan umat dan itu dapat menjadi penyebab kekalahan dan kejatuhannya, dengan izin Allah," katanya.
Zawahiri hanya tampil dalam gambar diam di video itu, yang disiarkan sayap media Alqaida, Sahab, dan dilansir di laman jihad pada Senin, kata SITE. Seperti mendiang kelahiran Saudi-nya, Zawahiri bersembunyi sejak Amerika Serikat menyatakan perang terhadap terorisme setelah serangan 11 September 2001.
Amerika Serikat pada Ahad menandai peringatan 10 tahun serangan 11 September dalam upacara emosional di bawah pengamanan ketat setelah pemerintah pusat memperingatkan ketakutan terorisme baru berupa "ancaman khas, tepercaya, tapi tak pasti" untuk mencederai orang Amerika Serikat, khususnya di New York dan Washington.
Amerika Serikat pada dua bulan kemudian memimpin serbuan ke Afghanistan untuk memburu Osama dan menumbangkan pemerintah Taliban, yang menolak menyerahkan pemimpin Alqaida itu. Sejak itu, 1.746 tentara negara adidaya tersebut tewas di negara terkoyak perang itu.