Kamis 31 Jul 2014 12:15 WIB

Inggris Peringatkan Ancaman Virus Ebola

Rep: c73/ Red: Bilal Ramadhan
Virus Ebola (ilustrasi).
Foto: Wikipedia.org
Virus Ebola (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON-- Virus Ebola yang telah membunuh lebih dari 670 penduduk di Afrika Barat, telah menjadi fokus sebagai ancaman bagi negara Inggris. Sekretaris Bidang Luar Negeri Britania Raya (United Kingdom), Philip Hammond menuturkan virus Ebola menjadi ancaman di sana.

Selanjutnya ia akan mengadakan pertemuan darurat bernama Cobra untuk membahas isu tersebut. "Ebola adalah sesuatu yang harus kita respon," tuturnya seperti dilansir dari BBC (30/7).

Hammond mengatakan, sejauh ini tidak ada penduduk Briton yang terkena virus dan tidak ada kasus serupa di Britania. Namun meskipun demikian tuturnya, pemerintah melihat wabah sebagai permasalahan yang sangat serius.

Sementara itu, awal bulan ini Badan Kesehatan Masyarakat Inggris mengeluarkan catatan terhadap para dokter di Britania, untuk peduli terhadap gejala Ebola. Terutama bagi penduduk yang baru saja kembali dari wilayah Afrika.

Sebagaimana disebutkan badan ini, gejala mendadak seperti demam, sakit kepala, sakit tenggorokan dan perasaan lesu, harus segera menerima perawatan medis. Selain itu, pasien juga harus diberi pemahaman tentang faktor resiko potensial dan kunjungan perjalanan terakhir mereka.

 

Di Afrika Barat sendiri, beberapa penerbangan telah dilarang terbang ke Liberia dan Sierra Leone. Larangan tersebut menyangkut kekhawatiran akan penyebaran penyakit ke negara lain dari Guinea. Kebijakan larangan terbang itu datang setelah seorang anak laki-laki Amerika keturunan Liberia, ditemukan telah terbang dari Liberia ke Nigeria minggu lalu. Selama penerbangan tersebut, ia mengembangkan gejala Ebola.

Bayi bernama Faya tersebut meninggal. Dia menderita virus Ebola dari ibunya, yang meninggal beberapa minggu lebih dulu darinya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement