Ahad 03 Aug 2014 13:33 WIB

Terjangkit Ebola, Dokter AS Dirawat Secara Khusus

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Bilal Ramadhan
WHO Meminta negara-negara di Afrika Barat mewaspadai penyebaran Ebola.
Foto: AP
WHO Meminta negara-negara di Afrika Barat mewaspadai penyebaran Ebola.

REPUBLIKA.CO.ID, ATLANTA-- Seorang dokter Amerika yang terjangkit virus mematikan Ebola untuk pertama kalinya telah tiba di Amerika dan dibawa ke unit isolasi khusus di Atlanta, Georgia pada Sabtu. Ia dibawa ke sebuah rumah sakit terbaik di negara tersebut untuk mendapatkan perawatan.

Dilansir dari Associated Press, para dokter pun yakin virus yang menjangkit dokter tersebut tidak akan menyebar. Wabah yang telah menewaskan lebih dari 700 orang di Afrika ini sebelumnya dikhawatirkan dapat menyebar ke Amerika Serikat.

Meskipun begitu, para ahli penyakit mengatakan masyarakat tidak akan terjangkit virus ini setelah Rumah Sakit Universitas Emory merawat dokter dan pekerja sukarelawan yang terjangkit virus tersebut di Liberia. Di tempat terpisah, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) dilaporkan telah menerima berbagai email dan setidaknya 100 panggilan telepon yang mengkritisi perawatan pasien di AS tersebut.

“Mereka mengatakan ‘Beraninya anda membawa Ebola ke negara ini?!’” kata Dokter Tom Frieden, direktur CDC.

Dokter Kent Brantly dan Nancy Writebol akan dirawat di unit isolasi Emory untuk penyakit menular. Unit tersebut telah didirikan 12 tahun yang lalu untuk menangani para dokter yang sakit di CDC. Rumah sakit itu merupakan salah satu dari empat rumah sakit di negara tersebut yang dilengkapi dengan peralatan yang lengkap untuk merawat orang-orang yang terjangkit virus yang sangat berbahaya.

Pada 2005, rumah sakit itu juga menangani pasien yang terjangkit SARS yang dapat dengan mudah menyebar melalui batuk dan bersin pasien. Sedangkan, Ebola yang dapat menyebar melalui kontak dekat dengan cairan tubuh dan darah seharusnya dapat ditangani oleh rumah sakit modern yang menggunakan langkah pengendalikan infeksi yang standar dan tepat.

“Tak ada yang keluar dari unit ini sampai semuanya tidak menular,” kata Dokter Bruce Ribner yang akan merawat pasien tersebut. “Intinya adalah kami memiliki banyak sekali langkah keselamatan yang berhubungan dengan perawatan pasien ini. Dan kami yakin setiap petugas kesehatan, setiap pasien lain, atau setiap pengunjung fasilitas kami tidak akan terinfeksi virus ini,” jelasnya.

Brantly diterbangkan dari Afrika ke pangkalan udara Dobbins di luar Atlanta menggunakan sebuah pesawat kecil yang dilengkapi dengan peralatan penyakit menular. Polisi pun turut mengawal ambulans yang mengangkut para pasien ke rumah sakit. Brantly juga tampak mengenakan pakaian pelindung bewarna putih.

“Sangat melegakan menyambut Kent kembali pulang hari ini. Saya berbicara dengannya dan dia senang dapat kembali ke AS,” kata istrinya, Amber Brantly yang meninggalkan Afrika bersama dengan dua anak-anaknya yang masih kecil untuk menghadiri pernikahan di AS beberapa hari sebelum suaminya terjangkit.

Di dalam unit tersebut, pasien dihindarkan dari orang lain yang tidak mengenakan pakaian pelindung. “Tekanan udara negatif" artinya udara mengalir. Tetapi, udara tidak dapat keluar sampai filter menghilangkan kuman dari pasien.

Pengujian laboratorium pun juga dilakukan dalam unit tersebut dan para pekerja sangat terlatih dalam pengendalian infeksi. Dinding kaca yang ada juga dapat mempermudah para staf di luar untuk mengamati para pasien. Setiap pakaian perlindungan yang dikenakan pun dibuang atau dibebaskan dari zat radioaktif.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement