Selasa 19 Aug 2014 07:00 WIB

Rumor di Afrika Barat, Ebola Berasal dari Orang Barat

Rep: C74/ Red: Erik Purnama Putra
Tim medis sedang menangani seseorang yang terjangkit virus Ebola.
Foto: wild-wings-safaris.com
Tim medis sedang menangani seseorang yang terjangkit virus Ebola.

REPUBLIKA.CO.ID, SIERRA LEONE -- Dokter dan perawat yang bertarung melawan Ebola di Afrika Barat bekerja 14 jam per hari, tujuh hari setiap pekan. Mereka menggunakan perlengkapan medis yang menutupi hampir seluruh tubuh mereka. Kematian bukan tantangan yang berat bagi mereka. Dokter, perawat dan petugas medis lainnya harus melawan sesuatu yang lebih sulit lagi bagi mereka, yaitu rumor.

Mereka harus meyakinkan pasien-pasien mereka di Afrika Barat bahwa kehadirannya adalah untuk membantu dan menolong mereka bukan untuk menyakiti mereka. Di masyarakat Afrika Barat menyebar rumor yang mengatakan virus Ebola berasal dari orang Barat.

Para dokter akan mencuri tubuh mereka bahkan sengaja menginfeksi mereka. Mereka sangat kesakitan, tapi mereka cuma bisa melihat mata kalian," kata Seorang perawat dari Doctors Without Borders Monia Sayah seperti dilansir AP pada Selasa (19/8).

Wabah Ebola telah memukul tiga negara termiskin di dunia, di mana sistem kesehatan sangat kekurangan. Menurut WHO di Liberia, hanya ada satu dokter untuk setiap 100 ribu orang, di Sierra Leone ada dua dokter setiap 100 ribu orang, sedangkan tidak ada statistik yang tersedia untuk Guinea.

Robert Folwer salah satu dokter yang bekerja di Guinea dan Sierra Leone mengatakan tekanan emosional, kelelahan dan dehidrasi adalah tantangan yang paling sulit dihadapi. Tapi mereka tidak mungkin berhenti bekerja. "Ketika kebutuhan begitu besar, tidak mungkin pulang satu hari lebih awal," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement