REPUBLIKA.CO.ID, BENGHAZI -- Empat anak tewas dalam serangan roket di Benghazi, sebelah Timur Libya, Selasa (12/4). Milisi ISIS mengaku bertanggungjawab atas serangan tersebut. Menurut keterangan pemerintah, Rabu (13/5), serangan roket terjadi di kawasan pertempuran tentara nasional dan milisi ISIS.
"Empat anak tak berdosa tewas oleh kelompok teroris ekstrimis merupakan kejahatan paling buruk," ujar Perdana Menteri Abdullah al-Thinni dalam sebuah pernyataan.
Sementara itu, milisi ISIS mengatakan melalui akun Twitter bahwa mereka telah menembakkan roket mortir ke distrik di tempat anak-anak tewas. Mereka mengunggah gambar yang menampilkan para milisi, tanpa menyebutkan anak-anak.
Benghazi telah menjadi medan perang antara pasukan tentara yang setia kepada Khalifa Haftar. Seorang sumber dari militer mengatakan, serangan udara antara dua kubu terjadi pada Rabu.
Pertempuran ini merupakan bagian dari konflik yang lebih luas antara kelompok-kelompok mantan pemberontak yang membantu menggulingkan Muammar Gaddafi. Milisi ISIS telah mengeksploitasi kekosongan pemeruntahan yang tengah berlangsung.
Tentara nasional telah merebut kembali beberapa daerah di Benghazi yang hilang tahun lalu. Namun, daerah pelabuhan dan beberapa distrik masih didominasi oleh milisi ISIS. Milisi ISIS juga sempat mengunggah gambar di Twitter secara terpisah. Gambar menunjukkan pejuang ISIS tengah menggali terowongan untuk mendapatkan akses ke daerah pelabuhan pusat.