Kamis 14 May 2015 12:00 WIB

ISIS Mengaku Bertanggung Jawab Pada Serangan di Libya

Rep: c37/ Red: Bilal Ramadhan
Militan ISIS memamerkan kekuatannya.
Foto: Reuters
Militan ISIS memamerkan kekuatannya.

REPUBLIKA.CO.ID, BENGHAZI -- Militan ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan mortar yang terjadi pada Selasa di wilayah kota Libya timur Benghazi, yang menewaskan empat orang anak.

Seperti dilansir Reuters pada Rabu (13/5), anak-anak tewas ketika sebuah roket menghantam lingkungan mereka, di dekat daerah di mana pasukan tentara dan brigade Islam telah berjuang, kata pemerintah Libya dalam sebuah pernyataan pada Rabu (13/5).

"Empat anak tak berdosa tewas oleh kelompok teroris ekstrimis di salah satu kejahatan terburuk," Perdana Menteri Abdullah al-Thinni mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Militan ISIS mengatakan di Twitter bahwa mereka telah menembakkan roket mortir ke distrik di mana anak-anak tewas. Mereka memposting gambar yang menampilkan para pejuang mereka memuat dan menembakkan mortir, tanpa menyebutkan anak-anak.

Benghazi telah menjadi medan perang selama tahun antara pasukan tentara yang setia kepada Khalifa Haftar, dan kelompok-kelompok Islam yang membagi kota terbesar kedua di Libya tersebut. Tentara terbang serangan udara terhadap kelompok-kelompok Islam di daerah pelabuhan, Rabu, kata sumber militer. Tidak ada kata yang menyebutkan langsung pada korban.

Pertempuran ini merupakan bagian dari konflik yang lebih luas antara kelompok mantan pemberontak yang membantu menggulingkan Muammar Gaddafi pada tahun 2011 tetapi sekarang telah jatuh bersama suku, daerah dan baris politik.

Militan ISIS telah mengeksploitasi kekosongan keamanan kedua pemerintah yang saling bertarung, dengan tidak ada pihak yang mendominasi yang lain. Mereka telah menewaskan puluhan orang asing  beragama Kristen dan menyerang ladang minyak dan sebuah hotel mewah di Tripoli.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement