Rabu 18 May 2016 15:35 WIB

Obama Tolak RUU yang Bisa Jerat Pemerintah Saudi

Rep: Gita Amanda/ Red: Ani Nursalikah
Presiden AS Barack Obama.
Foto: EPA
Presiden AS Barack Obama.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- RUU JASTA mendapat penentangan dari pemerintah Obama. Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan Obama sangat menentang RUU yang disahkan Senat. Menurutnya, ini mengikis prinsip kekebalan berdaulat dan meningkatkan kerentanan kepentingan AS di pengadilan asing.

"Mengingat ini mengkhawatirkan, sulit untuk membayangkan presiden menandatanganinya," kata Earnest.

Senat Amerika Serikat pada Selasa (17/5), meloloskan rancangan undang-undang yang memungkinkan keluarga korban 9/11 menuntut pemerintah Arab Saudi.

Baca: Senat AS Sahkan RUU untuk Jerat Pemerintah Saudi

Bahkan jika RUU itu tak mencapai Gedung Putih, Obama telah mengindikasikan akan memvetonya. Bulan lalu Obama mengatakan, jika AS membuka kesempatan yang memungkinkan individu atas pemerintah menggugat pemerintah negara lain maka itu juga akan membuka peluang individu atau negara lain menggugat AS.

April lalu, Obama bahkan melakukan perjalanan ke Riyadh untuk membahas masalah ini dengan Raja Saudi Salman.

Menggugat Saudi serta negara-negara lain di kawasan Teluk memang rumit. Sebab mereka memiliki kekebalan hukum di pengadilan AS berdasarkan Undang-Undang 1976. JASTA berusaha membuat pengecualian terhadap hukum itu yang akan membuka jalan litigasi untuk setiap bangsa dengan kekebalan tersebut, juga terbukti bersalah dalam serangan teror di AS.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement