Sabtu 17 Mar 2018 17:32 WIB

Rusia akan Usir 23 Diplomat Inggris

Dua puluh tiga diplomat Inggris harus meninggalkan Rusia dalam waktu sepekan.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah
Sergei Lavrov
Foto: Reuters/Maxim Zmeyev
Sergei Lavrov

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Pemerintah Rusia, pada Sabtu (17/3), mengumumkan akan mengusir 23 diplomat Inggris dari negara tersebut. Ini merupakan balasan Moskow terhadap London yang baru-baru ini memutuskan mengusir 23 diplomat Rusia.

Seperti dilaporkan laman the Independent, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan 23 diplomat Inggris harus meninggalkan Rusia dalam waktu sepekan. Sesaat sebelum pengumuman tersebut dirilis, Kementerian Luar Negeri Rusia telah memanggil Duta Besar Inggris untuk Rusia Laurie Bristow.

Ini merupakan babak baru ketegangan diplomatik antara Rusia dan Inggris setelahaksi penyerangan Sergei Skripal dengan menggunakan agen saraf Novichok diSalisbury, Inggris, pada 4 Maret lalu.

 

Baca juga, Rusia akan Balas Usir Diplomat Inggris. 

 

Skripal merupakan warga Inggris yang pernah menjadi agen mata-mata Rusia. Pemerintah Inggris telah menyimpulkan bahwa Rusia berada di balik aksi penyerangan tersebut.

Hal ini karena agen saraf Novichok pernah dikembangkan oleh Uni Soviet antara tahun 1971-1993. Fakta ini menjadi salah satu dasar Inggris menuding Rusia berada di balik aksipenyerangan Skripal.

Terkait kejadian ini, Perdana Menteri Theresa May, pada Kamis (15/3), telah meminta 23 diplomat Rusia di negaranya untuk hengkang. May menuding mereka merupakan agenmata-mata yang menyamar sebagai diplomat.

Inggris juga telah menulis surat kepada Organisasi Larangan Senjata Kimia (OPCW) di DenHaag, Belanda. Inggris meminta organisasi tersebut memverifikasi kembali agengas saraf yang digunakan untuk menyerang Skripal dan putrinya.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement