Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Situasi Hong Kong Belum Kondusif, Bank Digital Kena Getahnya

Kamis 19 Sep 2019 11:14 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Situasi Hong Kong Belum Kondusif, Bank Digital Kena Getahnya!. (FOTO: Reuters/Thomas Peter)

Situasi Hong Kong Belum Kondusif, Bank Digital Kena Getahnya!. (FOTO: Reuters/Thomas Peter)

Hong Kong menunda peluncuran bank digital pertamanya.

Warta Ekonomi.co.id, -- Hong Kong menunda peluncuran bank digital pertamanya karena aksi protes antipemerintah masih berlangsung. Tiga dari delapan bank digital baru berlisensi di Hong Kong, termasuk perusahaan patungan Standard Chartered dan Bank China awalnya akan mulai beroperasi sebelum akhir 2019.

Namun, melihat aksi protes masih berlanjut hingga memasuki bulan keempat, peluncuran bank digital kabarnya akan dilaksanakan pada awal 2020. Karena kehadirannya dinilai akan memicu transformasi secara masif di sektor perbankan ritel Hong Kong.

"Bentuk layanan perbankan itu utamanya ditujukan untuk generasi muda, milenial, dan bagian dari mereka yang hari ini turun ke jalan untuk protes," kata salah satu eksekutif senior bank digital pemegang lisensi, dikutip dari DealStreetAsia, Rabu (18/9/2019).

Baca Juga: Santer Dibicarakan di Negeri Singa, Apa itu Bank Digital?

Bukan hanya peluncuran resmi, rencana promosi merek bank digital berlisensi juga dihentikan sementara. Penundaan itu menunjukan dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh kekacauan politik Hong Kong yang dimulai sejak Juni lalu.

Eksekutif yang sama mengatakan, "sulit untuk melakukan promosi untuk menarik minat mereka, apalagi saat mereka enggan membuka rekening di bank lain."

Protes sudah berjalan lebih dari 100 hari dan terkadang disertai kekerasan. Aksi itu dipicu oleh undang-undang yang akan membuat Hong Kong lebih dekat dengan sistem hukum dataran China. Meski RUU ditarik, protes masih berlanjut.

Hong Kong memberikan lisensi perbankan virtual kepada tiga pihak pada Maret lalu, di antaranya: joint venture StanChart dan BOC Hong Kong, anak perusahaan milik cabang internasional asuransi online China, ZhongAn Online P&C Insurance.

Bank digital dijadwalkan meluncurkan layanan dalam kurun waktu enam hingga 9 bulan, menurut Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA). Sementara lima lisensi selanjutkan akan dikeluarkan setelah itu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA