Sabtu, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 Januari 2020

Sabtu, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 Januari 2020

Mengulik Identitas Pelaku Penembakan Pangkalan AL Florida

Sabtu 07 Des 2019 12:30 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Petugas paramedis mengevakuasi korban penembakan di Pangkalan Udara Angkatan Laut AS di Florida, Jumat.

Petugas paramedis mengevakuasi korban penembakan di Pangkalan Udara Angkatan Laut AS di Florida, Jumat.

Foto: AP
Pelaku penembakan di Pangkalan AL Florida merupakan personel militer Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, FLORIDA -- Salah seorang anggota Pasukan Udara Kerajaan Saudi yang menjalani latihan militer di Amerika Serikat menjadi tersangka penembakan di Pangkalan Udara Angkatan Laut AS di Pensacola, Florida. Serangan brutalnya menewaskan tiga orang dan melukai 12 orang lainnya, Jumat.

Baca Juga

Hal tersebut dikonfirmasikan oleh gubernur Florida dan pejabat lainnya. Menurut aparat, pelaku penembakan tewas di tangan deputi sherif yang merespons insiden tersebut. Ini merupakan penembakan mematikan kedua di instalasi militer AS dalam pekan ini.

Gubernur Florida Ron DeSantis mengatakan, tersangka merupakan warga negara Saudi yang menjalani latihan di pangkalan tersebut. Pelaku penembakan mengikuti pelatihan sebagai bagian dari program AL jangka panjang yang terbuka untuk sekutu AS.

Penembak diduga Letda Mohammed Saeed Alshamrani, menurut pejabat AS yang meminta identitasnya dirahasiakan. ABC News memberitakan bahwa Alshamrani memulai pelatihannya sejak Agustus 2017.

Programnya dijadwalkan berlangsung hingga Agustus 2020. Dalam program tersebut, Alshamrani mendapatkan materi pelatihan bahasa Inggris, penerbangan dasar, dan pelatihan dasar pilot.

"Pemerintah Arab Saudi perlu melakukan yang terbaik bagi para korban ini. Mereka akan berutang di sini, mengingat ini adalah salah satu dari orang mereka," kata DeSantis saat konferensi pers.

Presiden AS Donald Trump mengatakan, Raja Salman Arab Saudi telah menghubunginya untuk menyampaikan bela sungkawa dan simpati kepada korban.

"Raja mengatakan bahwa rakyat Arab Saudi sangat marah atas aksi barbar pelaku penembakan," cicit Trump di Twitter.

Melalui pernyataan, Raja Salman mengecam penembakan tersebut dan mengatakan layanan keamanan Saudi akan berkoordinasi dengan lembaga AS untuk mengungkap penyebabnya. Ia menegaskan bahwa pelaku kejahatan keji ini tidak mewakili rakyat Saudi.

"Rakyat Saudi menganggap warga Amerika sebagai teman dan sekutu juga," kata Salman.

FBI mengatakan, pihaknya memimpin penyelidikan insiden tersebut. Lokasi kejadian berada di dua lantai bangunan kelas di pangkalan untuk latihan.

Laporan awal "penembak aktif" di pangkalan diterima oleh petugas polisi Escambia County sekitar pukul 06:51 waktu setempat. Tak lama, deputi sherif menembak mati tersangka di dalam kelas pangkalan tersebut, kata Sherif David Morgan.

sumber : Antara, Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA