Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Milisi Oposisi Dukungan Turki Tekan Pasukan Suriah di Idlib

Jumat 21 Feb 2020 17:46 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah

Pejalan kaki melintasi gedung yang hancui akibat serangan udara pasukan pemerintah di Kota Ariha, Provinsi Idlib Suriah, Rabu (15/1).

Pejalan kaki melintasi gedung yang hancui akibat serangan udara pasukan pemerintah di Kota Ariha, Provinsi Idlib Suriah, Rabu (15/1).

Foto: Ghaith Alsyayad/AP
Milisi oposisi dukungan Turki mencoba merebut sejumlah wilayah di Idlib.

REPUBLIKA.CO.ID, IDLIB – Kelompok oposisi di Idlib Suriah barat laut yang didukung Turki telah meluncurkan operasi untuk mengambil kembali dua lokasi dari pasukan Bashar Al Assad Suriah di bawah Bashar al-Assad. 

Baca Juga

Hal ini disampaikan oleh sumber-sumber lokal seperti dilansir dari Anadolu Agency, Jumat (21/2).

Menurut sumber tersebut, kelompok-kelompok oposisi itu memasuki desa al-Nayrab dan kota Saraqib dan mulai terjadi bentrokan sengit. Serangan pasukan oposisi pertama-tama menyasar tentara Assad di Saraqib dengan tembakan artileri dan kemudian mulai bergerak maju ke desa.

Mereka menghancurkan sebuah tank dan sebuah pengangkut personel lapis baja milik pasukan Assad dan juga menyita tank kedua. 

Pasuka Assad telah memasuki al-Nayrab pada 3 Februari. Terletak di tenggara Idlib, Saraqib dikenal sebagai gerbang ke provinsi tersebut.

Kota tersebut berada di pihak oposisi, dan menempati lokasi yang strategis di persimpangan antara jalan raya M5 yang menghubungkan Damaskus ke Aleppo dan jalan raya M4 yang menghubungkan Aleppo ke Latakia.

Suriah telah terperosok dalam perang saudara yang ganas sejak awal 2011 ketika Bashar al-Assad menindak protes pro-demokrasi. Sejak itu, ratusan ribu orang telah terbunuh dan lebih dari 10 juta lainnya mengungsi, menurut angka PBB.

Idlib jatuh dalam zona de-eskalasi yang diatur dalam kesepakatan antara Turki dan Rusia pada akhir 2018.  

Zona de-eskalasi saat ini menjadi rumah bagi sekitar 4 juta warga sipil, termasuk ratusan ribu pengungsi dalam beberapa tahun terakhir oleh pasukan Assassd di seluruh negara yang dilanda perang.

Sekitar 1 juta pengungsi Idlib telah bergerak menuju perbatasan Turki terdekat dalam beberapa bulan terakhir, melarikan diri dari serangan oleh Assad dan sekutunya, dan menghasilkan situasi kemanusiaan yang putus asa. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA