Senin 12 Jul 2021 07:24 WIB

Sultan Oman akan Temui Raja Saudi Salman Bahas Yaman

Kedatangan Sultan Haitham bin Tariq al-Said disambut oleh Raja Salman.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah
Raja Saudi Salman.
Foto: AP/Amr Nabil
Raja Saudi Salman.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Sultan Oman mengunjungi Arab Saudi pada Ahad (11/7) dalam perjalanan resmi pertamanya ke luar negeri sejak mengambil alih kekuasaan tahun lalu. Sultan Haitham bin Tariq al-Said dan Raja Saudi, Salman akan fokus membahas perang Yaman dan kerja sama ekonomi serta investasi.

Kedatangan Sultan Haitham bin Tariq al-Said disambut oleh Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Media Saudi melaporkan, ini adalah pertemuan tatap muka pertama Raja Salman sejak pandemi Covid-19.

Baca Juga

Sultan Oman sedang menghadapi aksi demonstrasi yang menentang pengangguran di negara yang dibebani utang. Pemerintah Oman sedang berupaya untuk mengejar reformasi luas dan membuat langkah-langkah penghematan anggaran.

Menteri Luar Negeri Oman, Badr al-Busaidi kepada surat kabar Asharq Alawsat milik Saudi mengatakan, Arab Saudi dan Oman akan membentuk dewan bersama untuk mengawasi beberapa kesepakatan. Dia mengatakan pembukaan jalan baru yang tertunda yang menghubungkan kedua negara Teluk akan memfasilitasi logistik dan proyek infrastruktur lainnya.

Sejak jatuhnya harga minyak pada 2014, rasio utang terhadap PDB Oman telah melonjak dari sekitar 15 persen pada 2015 menjadi 80 persen tahun lalu. Sementara rencana Oman untuk mendiversifikasi pendapatan dari minyak, dan mengurangi pengeluaran di sektor publik yang membengkak, masih berjalan lambat.

Oman adalah salah satu negara yang terlemah secara finansial di antara produsen minyak Teluk. Namun Oman telah lama memainkan peran sebagai fasilitator dalam upaya menyelesaikan konflik regional, karena kebijakan luar negerinya yang netral.

Oman yang berbatasan dengan Yaman, telah mengintensifkan upaya diplomatik. Hal ini bertujuan untuk mengamankan gencatan senjata antara gerakan Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran. Sementara, koalisi pimpinan Saudi telah memerangi kelompok itu selama lebih dari enam tahun. Oman telah bergabung dengan upaya yang dipimpin PBB untuk mengamankan inisiatif perdamaian di Yaman.

Pembicaraan antara koalisi Saudi dan Houthi difokuskan pada langkah-langkah untuk mencabut blokade di pelabuhan yang dikuasai Houthi, dan bandara Sanaa. Hal ini sebagai imbalan atas janji dari kelompok yang berpihak pada Iran untuk pembicaraan gencatan senjata.

Koalisi melakukan intervensi di Yaman pada Maret 2015, setelah Houthi menggulingkan pemerintah yang diakui secara internasional dari ibu kota, Sanaa.  Perang telah menewaskan puluhan ribu orang Yaman dan mendorong negara itu ke ambang kelaparan.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement