Jumat 16 Jul 2021 21:32 WIB

Korban Tewas Akibat Banjir di Jerman Tambah Jadi 103 Jiwa

Menteri Dalam Negeri Jerman Roger Lewentz siap dengan kemungkinan terburuk

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih
Kendaraan pemadam kebakaran rusak akibat banjir akibat hujan lebat di Altenahr, Jerman, Kamis, 15 Juli 2021. Beberapa orang tewas dan puluhan hilang Kamis saat banjir besar di Jerman dan Belgia mengubah aliran sungai dan jalan-jalan menjadi arus deras yang menghanyutkan mobil dan menyebabkan rumah-rumah untuk runtuh.
Foto: AP/Thomas Frey/DPA
Kendaraan pemadam kebakaran rusak akibat banjir akibat hujan lebat di Altenahr, Jerman, Kamis, 15 Juli 2021. Beberapa orang tewas dan puluhan hilang Kamis saat banjir besar di Jerman dan Belgia mengubah aliran sungai dan jalan-jalan menjadi arus deras yang menghanyutkan mobil dan menyebabkan rumah-rumah untuk runtuh.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN – Korban tewas akibat hujan lebat dan banjir di Jerman bertambah menjadi sedikitnya 103 jiwa, Jumat (16/7). Sementara puluhan lainnya masih dinyatakan hilang.

"Kami berduka atas 60 orang tewas saat ini," kata Perdana Menteri Negara Bagian Rhineland-Palatinate Malu Dreyer. Sebelumnya total korban meninggal di wilayah tersebut tercatat sebanyak 50 orang.

Baca Juga

Di distrik Ahrweiler yang hancur di Rhineland-Palatinate, sekitar 1.300 orang belum ditemukan. Namun otoritas setempat meyakini jumlah tersebut tinggi karena rusaknya jaringan telepon. Kondisi itu membuat para warga terkait belum dapat menginformasikan kondisi dirinya masing-masing.

Menteri Dalam Negeri Jerman Roger Lewentz mengatakan kepada lembaga penyiaran SWR bahwa ia yakin masih ada 40-60 orang yang masih hilang. “Ketika Anda sudah lama tidak mendengar kabar dari orang-orang, Anda harus takut akan yang terburuk,” ucapnya.

Lewentz pun sudah siap dengan kemungkinan terburuk. “Jumlah korban kemungkinan akan terus meningkat dalam beberapa hari mendatang,” ujarnya.

Di sela-sela kunjungannya ke Amerika Serikat (AS), Kanselir Jerman Angela Merkel menyampaikan duka cita kepada para korban banjir di negaranya. “Saya khawatir kita hanya akan melihat bencana sepenuhnya dalam beberapa hari mendatang,” kata dia seraya menambahkan bahwa pemerintahannya akan melakukan yang terbaik untuk membantu para warga terdampak.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement