Ahad 05 Mar 2023 09:59 WIB

Orang Tua di Iran Gelar Protes Usai Ratusan Siswi Jadi Korban Serangan Racun

Pemerintah Iran yakin para siswi diracun dan menyalahkan musuh-musuhnya.

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha
Ilustrasi keracunan. Orang tua yang khawatir menggelar unjuk rasa di Teheran, Iran setelah ratusan siswi di lusinan sekolah sakit dalam insiden yang diduga serangan racun.
Foto: Antara/Destyan Sujarwoko
Ilustrasi keracunan. Orang tua yang khawatir menggelar unjuk rasa di Teheran, Iran setelah ratusan siswi di lusinan sekolah sakit dalam insiden yang diduga serangan racun.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Orang tua yang khawatir menggelar aksi unjuk rasa di Teheran, Iran setelah ratusan siswi di lusinan sekolah sakit dalam insiden yang diduga serangan racun. Pemerintah Iran yakin para siswi diracun dan menyalahkan musuh-musuhnya.

Kementerian Kesehatan Iran mengatakan para siswi mengalami "serangan racun ringan". Beberapa politikus mengindikasi para siswi itu korban serangan kelompok Islam radikal yang menentang pendidikan untuk perempuan.

Baca Juga

Kementerian Dalam Negeri Iran mengatakan, pemerintah sedang mempelajari "sampel mencurigakan" yang ditemukan dilapangan.

"Dalam studi lapangan, sampel mencurigakan telah ditemukan yang mana sedang dipelajari untuk mengidentifikasi penyebab sakit para siswa dan hasilnya akan segera dipublikasikan secepat mungkin," kata Menteri Dalam Negeri Iran Abdolreza Rahmanil Fazli dalam pernyataan yang dikutip kantor berita IRNA, Sabtu (4/3/2023).

Siswi di lebih dari 30 sekolah di 10 provinsi di Iran tiba-tiba sakit. Video di media sosial menunjukkan para orang tua berkumpul di sekolah-sekolah untuk membawa putri mereka pulang dan beberapa siswi dibawa ke rumah sakit dengan ambulan atau bus.

Dalam video yang tersebar di media sosial Sabtu kemarin terlihat para orang tua berkumpul di gedung Kementerian Pendidikan. Aksi unjuk rasa memprotes insiden ini berubah menjadi demonstrasi anti-pemerintah.

"Basij, Garda Revolusi, kalian Daesh (ISIS) kami," teriak para pengunjuk rasa menyamakan Garda Revolusi dan pasukan keamanan Iran lainnya dengan ISIS.

 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement