Senin 06 Mar 2023 19:11 WIB

Pemimpin Spiritual Iran Sebut Peracun Para Siswi Pantas Dihukum Mati

Insiden keracunan massal terjadi di sekitar 60 sekolah di Iran.

Pemimpin spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyatakan pelaku peracunan puluhan sekolah di negeri itu dengan menyasar para siswi yang belajar di sekolah-sekolah tersebut, pantas dihukum mati jika sengaja melakukannya.
Foto: EPA-EFE/Iranian supreme leader office
Pemimpin spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyatakan pelaku peracunan puluhan sekolah di negeri itu dengan menyasar para siswi yang belajar di sekolah-sekolah tersebut, pantas dihukum mati jika sengaja melakukannya.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Pemimpin spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyatakan pelaku peracunan puluhan sekolah di negeri itu dengan menyasar para siswi yang belajar di sekolah-sekolah tersebut, pantas dihukum mati jika sengaja melakukannya.

Menurut laporan harian Inggris The Guardian dalam lamannya pada Senin (6/3/2023), ini kali pertama Khamenei mengomentari masalah yang sudah berlangsung sejak akhir tahun silam tersebut. Khamenei juga mengatakan jika keracunan di sekitar 50 sampai 60 sekolah di Iran itu sengaja dilakukan, maka pelakunya telah melakukan dosa besar yang tak bisa diampuni.

Baca Juga

"Jika peracunan para siswi ini terbukti (disengaja), maka orang-orang yang berada di balik kejahatan ini harus dijatuhi hukuman mati dan tidak akan ada ampun bagi mereka," kata Khamenei seperti disiarkan kantor berita IRNA.

Pihak berwenang Iran mengakui telah terjadi serangan peracunan di 50 sekolah di 21 dari total 30 provinsi di Iran. Menteri Dalam Negeri Ahmad Vahidi akhir pekan lalu menyatakan bahwa para penyidik sudah mengumpulkan sejumlah sampel mencurigakan, tapi dia tak mengungkapkan lebih jauh lagi sampel ini.

Vahidi mengungkapkan paling sedikit 52 sekolah menjadi sasaran dugaan peracunan ini. Sebaliknya, media massa Iran menyebut lebih dari 60 sekolah.

Teror peracunan ini membuat orang tua murid di Iran semakin mengkhawatirkan keselamatan putri mereka setelah sebelumnya juga dibuat khawatir oleh kerusuhan yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini selagi dalam tahanan pada September tahun lalu.

Video yang memperlihatkan para orang tua dan siswi yang kesal di ruang gawat darurat di berbagai rumah sakit di Iran, viral di media sosial.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement