Kamis 15 Jun 2023 07:53 WIB

Kota Hamtramck di Detroit Larang Pengibaran Bendera LGBT

Kota Hamtramck melarang pemasangan bendera LGBTQ+ di tiang bendera milik publik.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani
Kota Hamtramck telah melarang pemasangan bendera LGBTQ+ di tiang bendera milik publik.
Foto: AP
Kota Hamtramck telah melarang pemasangan bendera LGBTQ+ di tiang bendera milik publik.

REPUBLIKA.CO.ID, HAMTRAMCK -- Sebuah komunitas di wilayah Detroit telah melarang pemasangan bendera LGBTQ+ di tiang bendera milik publik. Keputusan ini diambil setelah pertemuan menegangkan selama berjam-jam Dewan Kota Hamtramck.

"Kalian dipersilakan (merayakan Pride Month). (Tapi) mengapa Anda harus memasang bendera di properti pemerintah untuk mewakili Anda? Anda sudah diwakili. Kami sudah tahu siapa Anda," kata anggota Depan Kota Hamtramck, Nayeem Choudhury.

Baca Juga

Beberapa anggota dewan yang beragama Islam mengatakan, bendera LGBTQ+ ini berbenturan dengan keyakinan mereka. Bisnis dan penduduk tidak dilarang memasang bendera LGBTQ+ di properti mereka sendiri.

“Kami ingin menghormati hak beragama warga negara kami,” kata Choudhury.

Hamtramck memiliki populasi 27 ribu jiwa. Lebih dari 40 persen penduduk lahir di negara lain, dan sebagian besar adalah keturunan Yaman atau Bangladesh. Dengan suara bulat, Dewan Kota Hamtramck memutuskan hanya lima bendera yang diizinkan untuk dipasang, termasuk bendera Amerika, bendera Michigan, dan satu bendera yang mewakili negara asal penduduk imigran.

“Kami melayani semua orang secara setara tanpa diskriminasi, tanpa pilih kasih,” kata Wali Kota Hamtramck, Amer Ghalib

Seorang warga, Hayley Cain mengatakan dia memilih tinggal di Hamtramck setelah pindah dari California karena dikenal sebagai komunitas yang beragam. "Saya mempertanyakan apakah itu benar. Bendera Pride memberi ruang bagi semua manusia di semua spektrum, dan ini adalah tujuan kita sebagai spesies manusia. Anda tidak bisa menghentikan itu," ujarnya Cain dalam pertemuan di dewan.

Direktur Dewan Hubungan Amerika-Islam cabang Michigan, Dawud Walid mengatakan, kebijakan larangan pengibaran bendera LGBTQ+ di Hamtramck tidak mendiskriminasi siapa pun. “Jika ada satu kelompok yang tidak diberi akses ke sesuatu sementara yang lain diberikan, maka kami akan mendapat masalah,” kata Walid.

Walid mengatakan, beberapa Muslim yang menentang bendera LGBTQ+ tidak berbeda dengan anggota konservatif dari agama lain dengan pandangan serupa. “Bendera membawa simbolisme.  Simbol-simbol itu membawa pesan sosial dan politik,” kata Walid.

Klub sepak bola Detroit City FC menyebut keputusan Dewan Kota Hamtramck tidak bisa dimaafkan. "Bendera Pride mengirimkan pesan yang kuat bahwa semua orang diterima dan bahwa komunitas menghargai keragaman,” kata pernyataan Detroit City FC.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement