Rabu 21 Jun 2023 16:24 WIB

NASA Bantu Bangun Kapal Selam Wisata Titanic yang Hilang

OceanGate berkonsultasi dengan NASA selama pengembangan kapal selam laut dalam

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Esthi Maharani
Kapal selama wisata itu membawa lima wisatawan untuk melihat puing-puing kapal Titanic
Foto: AP
Kapal selama wisata itu membawa lima wisatawan untuk melihat puing-puing kapal Titanic

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapal selam yang hilang dengan lima orang di dalamnya saat menyelam ke bangkai kapal Titanic pada Ahad (18/6/2023) dibangun dengan bantuan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Perusahaan OceanGate yang berbasis di Washington berkonsultasi dengan para insinyur di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Marshall NASA di Alabama selama pengembangan kapal selam laut dalam. Kapal selam itu bernama Titan.Menurut OceanGate, kolaborasi tersebut datang melalui perjanjian Space Act dengan agensi tersebut.

Baca Juga

“Keahlian NASA dalam desain dan susunan penempatan serat otomatis dari lambung komposit sangat berharga dalam proyek ini,” kata pendiri dan CEO OceanGate Stockton Rush dalam pernyataan Maret 2022, dilansir dari Space, Rabu (21/6/2023).

Rush menambahkan kemampuan untuk membangun lambung tekanan Titan dengan serat karbon tingkat kedirgantaraan dan protokol manufaktur menghasilkan kapal selam yang beratnya hanya sebagian kecil dari berat kapal selam awak penyelam lainnya.

“Pengurangan berat ini memungkinkan kami membawa bentuk muatan yang jauh lebih besar yang kami gunakan untuk membawa lima awak: seorang pilot, peneliti, dan spesialis misi,” ujarnya.

Bantuan NASA bukanlah satu-satunya koneksi antariksa kapal selam yang hilang. Salah satu penumpangnya, misalnya, adalah pengusaha dan penjelajah Hamish Harding, yang terbang keluar angkasa suborbital bersama perusahaan roket Blue Origin milik Jeff Bezos pada tahun 2022.

Rekan kru lain di Titan bermasalah adalah Shahzada Dawood, wakil ketua konglomerat Dawood Hercules Corporation yang berbasis di Pakistan. Dawood adalah wali dari SETI (Search for Extraterrestrial Intelligence) Institute di Mountain View, California.

Tiga awak lainnya adalah Rush, putra Dawood yang berusia 19 tahun bernama Suleman, serta   penjelajah dan mantan penyelam Angkatan Laut Prancis Paul-Henry Nargeolet, menurut BBC.

Titan telah melakukan sejumlah penyelaman yang sukses ke dan dari bangkai kapal Titanic, yang terkenal tenggelam di Atlantik Utara selama pelayaran debutnya pada tahun 1912. Ilmuwan planet Alan Stern, yang memimpin misi New Horizons NASA ke Pluto dan tata surya bagian luar, melakukan salah satu penyelaman itu. Mantan astronaut NASA Scott Parazynski telah melakukan perjalanan bangkai kapal Titanic juga, dan dia bergabung dengan dewan direksi OceanGate tahun lalu.

Selain itu, OceanGate mengatakan pekan lalu bahwa megakonstelasi Starlink SpaceX akan menyediakan layanan internet untuk penyelaman Titanic terbaru ini.

Kontak dengan kapal selam Titan hilang pada Ahad (18/6/2023) sekitar satu jam 45 menit setelah berangkat dari kapal induknya untuk turun ke kedalamaan, menurut BBC. (Kapal selam seperti Titan harus diangkut ke dan dari zona penurunannya, sedangkan kapal selam dapat melakukan perjalanan sendiri).

Diperkirakan kapal selam itu memiliki cukup oksigen untuk menopang awaknya selama sekitar 96 jam ketika hilang. Tidak jelas apa yang salah atau di mana Titan sekarang berada, meskipun pencarian intensif sedang dilakukan

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement