Kamis 29 Jun 2023 15:56 WIB

Para Cendekiawan Muslim Kutuk Swedia karena Lindungi Para Pembakar Alquran

Pembakaran Alquran disebut sebagai rasisme dan kebiadaban yang didukung oleh Swedia

Rep: Andrian Saputra/ Red: Esthi Maharani
Salwan Momika membakar salinan Alquran di bawah perlindungan polisi di depan Masjid Stockholm.
Foto: TT NEWS AGENCY/ EPA EFE/STEFAN JERREVANG
Salwan Momika membakar salinan Alquran di bawah perlindungan polisi di depan Masjid Stockholm.

REPUBLIKA.CO.ID, STOCKHOLM -- Para cendekiawan Muslim mengutuk keras otoritas Swedia karena membiarkan seorang ekstremis membakar salinan Alquran di bawah perlindungan polisi Stockholm. Seperti dilansir Anadolu Agency pada Kamis (29/06/2023) tindakan provokatif ekstremis itu sengaja direncanakan bertepatan dengan umat Islam di seluruh dunia merayakan Idul Adha.

Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS) menggambarkan tindakan tersebut dalam sebuah pernyataan sebagai 'rasisme dan kebiadaban yang didukung oleh badan resmi (Swedia)'.

Baca Juga

"Ini adalah rasisme, bukan kebebasan, dan kebiadaban individu yang didukung oleh badan resmi ini tidak boleh dibiarkan begitu saja," kata IUMS.

Rabu dini hari, seseorang yang diidentifikasi sebagai Salwan Momika membakar salinan Alquran di bawah perlindungan polisi di depan Masjid Stockholm. Pada 12 Juni, pengadilan banding Swedia menguatkan keputusan pengadilan yang lebih rendah untuk membatalkan larangan pembakaran Alquran, memutuskan bahwa polisi tidak memiliki dasar hukum untuk mencegah dua protes pembakaran Alquran awal tahun ini.

Insiden tersebut memicu kecaman keras dari Turki, seperti yang dikatakan Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan di Twitternya, "Saya mengutuk tindakan keji di Swedia terhadap Kitab Suci kita, Alquran, pada hari pertama Idul Adha," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement