Selasa 08 Aug 2023 08:07 WIB

Ukraina Sebut Tiga Orang Tewas dalam Serangan Rusia di Wilayah Kherson, Kharkiv

Kherson maupun beberapa bagian wilayah Kharkiv berbatasan langsung dengan garis depan

Rep: Amri Amrullah/ Red: Esthi Maharani
Warga Kherson alami pendudukan, tembakan artileri hingga kini banjir
Foto: AP
Warga Kherson alami pendudukan, tembakan artileri hingga kini banjir

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Seorang wanita tewas pada Senin (7/8/2023) pagi ketika pasukan Rusia menggempur kota Kherson di Ukraina selatan. Sementara dua orang lainnya tewas dalam gempuran Rusia di daerah perbatasan wilayah Kharkiv di timur laut Ukraina, kata pejabat setempat. Baik kota Kherson maupun beberapa bagian wilayah Kharkiv berbatasan langsung dengan garis depan. Militer Ukraina telah melaporkan peningkatan serangan Rusia.

Prokudin mengatakan bahwa penembakan dimulai sekitar tengah malam dan berlangsung selama beberapa jam. "Malam yang sulit bagi Kherson... Tentara Rusia terus menembaki rumah-rumah penduduk Kherson di bagian tengah kota," kata Gubernur Oleksandr Prokudin di aplikasi perpesanan Telegram.

Baca Juga

Secara terpisah, kepala kantor kepresidenan Ukraina, Andriy Yermak, mengatakan melalui Telegram bahwa dua warga sipil telah tewas dan tiga lainnya terluka dalam penembakan yang dilakukan oleh Rusia di daerah perbatasan di wilayah Kharkiv pada hari Senin pagi.

Reuters tidak dapat memverifikasi secara independen rincian dari laporan-laporan Ukraina tersebut. Ukraina merebut kembali kota Kherson dan beberapa bagian wilayah Kherson pada bulan November setelah berbulan-bulan diduduki Rusia, tetapi pasukan Rusia secara teratur menggempur kota dan daerah sekitarnya dari seberang Sungai Dnipro.

Bulan ini, seorang dokter terbunuh dan lima pekerja medis terluka dalam serangan Rusia di sebuah rumah sakit di Kherson. Walaupun Rusia menyangkal secara sengaja menargetkan warga sipil atau rumah sakit selama invasinya ke Ukraina, namun serangan yang kini memasuki bulan ke-18 telah mengakibatkan kematian ribuan orang, jutaan orang mengungsi, dan kehancuran kota-kota di Ukraina.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement