Sabtu 12 Aug 2023 14:12 WIB

50 Ribu Warga AS Meninggal Akibat Bunuh Diri pada 2022

Jumlah kematian bunuh diri di AS mulai meningkat pada 2021.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nidia Zuraya
Bunuh diri (ilustrasi)
Foto: wonderslist.com
Bunuh diri (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Hampir 50 ribu warga Amerika Serikat (AS) meninggal dunia karena bunuh diri pada 2022. Padahal, menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), jumlah kematian bunuh diri dalam tren menurun pada 2019 dan 2020.

Peningkatan mulai terjadi pada 2021 dengan kenaikan sebesar lima persen, kemudian meningkat lebih lanjut sebesar 2,6 persen pada 2022 menjadi 49.449.

Baca Juga

"Kesehatan mental telah menjadi tantangan kesehatan masyarakat dan masyarakat yang menentukan di zaman kita. Terlalu banyak orang dan keluarga mereka menderita dan merasa sendirian," kata Ahli Bedah Umum Dr Vivek Murthy dalam sebuah pernyataan dikutip dari CBS News.

Murthy mengatakan, angka-angka terbaru dari laporan CDC adalah pengingat serius tentang betapa mendesaknya  memperluas akses ke perawatan kesehatan mental. Masyarakat perlu mengatasi akar penyebab perjuangan kesehatan mental dan menyadari pentingnya memeriksa serta mendukung satu sama lain.

Orang dewasa berusia 65 tahun ke atas mengalami peningkatan kematian akibat bunuh diri terbesar dari semua kelompok usia dari 2021 hingga 2022. Jumlah kenaikan mencapai 8,1 persen menjadi 10.433 kematian.

Anak-anak dan dewasa muda berusia 10 hingga 24 tahun mengalami penurunan terbesar selama rentang waktu tersebut dari semua kelompok usia. Namun jumlahnya mengalami penurunan 8,4 persen menjadi 6.529 kematian akibat bunuh diri.

Hanya saja, sebuah studi CDC yang diterbitkan pada Juni menemukan, tingkat bunuh diri di antara kelompok usia tersebut cenderung meningkat selama dua dekade terakhir. Jumlah telah meningkat 62 persen dari 2007 hingga 2021.

Penelitian juga menunjukkan kesehatan mental remaja mengalami krisis secara lebih umum, dengan jumlah yang sangat memprihatinkan di sekitar remaja perempuan. Sebuah survei CDC pada Maret menemukan, sekitar satu dari tiga anak perempuan sekolah menengah di AS telah secara serius mempertimbangkan untuk mencoba bunuh diri. Lebih dari separuh gadis remaja atau 57 persen melaporkan merasa terus-menerus sedih atau putus asa.

Sementara itu, orang dewasa berusia 24 hingga 44 tahun mengalami jumlah kematian bunuh diri terbesar dari semua kelompok umur dengan 16.843. Ini menandai peningkatan hanya 0,7 persen dari tahun lalu.

Sebagian besar kelompok ras dan etnis mengalami peningkatan kematian akibat bunuh diri. Penduduk asli Hawaii dan penduduk Kepulauan Pasifik lainnya mengalami lonjakan terbesar sebesar 15,9 persen.

CDC menemukan, mereka yang mengidentifikasi diri sebagai Indian Amerika atau Penduduk Asli Alaska melihat persentase penurunan kematian bunuh diri terbesar dari kelompok ras atau etnis mana pun. Jumlahnya turun mencapai 6,1 persen dari tahun lalu.

Sedangkan warga Amerika yang mengidentifikasi sebagai orang kulit putih mengalami jumlah kematian terbesar karena bunuh diri dengan 37.459, meningkat 2,1 persen dari 2021. Dilihat dari jenis kelamin, lebih banyak laki-laki  yang meninggal karena bunuh diri daripada perempuan, mengikuti tren dari tahun 2021. Namun, jumlah kematian bunuh diri laki-laki dan perempuan meningkat masing-masing sebesar 2,3 persen dan 3,8 persen.

"Sembilan dari sepuluh orang Amerika percaya Amerika sedang menghadapi krisis kesehatan mental. Data kematian bunuh diri baru yang dilaporkan oleh CDC menggambarkan alasannya," kata Sekretaris Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan Xavier Becerra dalam sebuah pernyataan.

"Satu nyawa hilang karena bunuh diri adalah terlalu banyak. Namun, terlalu banyak orang yang masih percaya meminta bantuan adalah tanda kelemahan," ujarnya.

Sejak 2000, kecuali pada 2019 dan 2020, data CDC menunjukkan kematian akibat bunuh diri di AS terus meningkat. Kondisi itu membuat para pejabat mendesak sumber daya kesehatan mental yang lebih baik.

"Meningkatnya kasus bunuh diri yang meresahkan membutuhkan tindakan segera di seluruh masyarakat kita untuk mengatasi hilangnya nyawa yang mengejutkan dari tragedi yang dapat dicegah," kata Kepala Petugas Medis CDC Dr. Debra Houry.

"Setiap orang dapat berperan dalam upaya menyelamatkan nyawa dan membalikkan peningkatan kematian akibat bunuh diri," ujarnya.

Pada Juni, CDC menggunakan data yang dikumpulkan pada 2020 untuk memeriksa tingkat depresi. Dari hasil tersebut ditemukan 18,4 persen orang dewasa AS atau hampir satu dari lima orang telah dilaporkan pernah didiagnosis menderita depresi.

Jumlah tersebut jauh lebih tinggi di beberapa komunitas daripada yang lain. Saat melihat tingkat negara bagian secara khusus, perkiraan berkisar dari 12,7 persen di Hawaii hingga 27,5 persen di Virginia Barat. Perkiraan tingkat daerah bahkan lebih luas, dari 10,7 persen menjadi 31,9 persen. 

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement