Sabtu 19 Aug 2023 16:07 WIB

AS Siapkan Rencana Evakuasi Pangkalan Drone di Niger

AS mengoperasikan dua pangkalan udara di Nige.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
Kudeta militer di Niger (ilustrasi). Amerika Serikat (AS) berencana mengevakuasi dua pangkalan drone utama dan kontra-teror di Niger.
Foto: AP
Kudeta militer di Niger (ilustrasi). Amerika Serikat (AS) berencana mengevakuasi dua pangkalan drone utama dan kontra-teror di Niger.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat (AS) berencana mengevakuasi dua pangkalan drone utama dan kontra-teror di Niger. Jenderal Angkatan Udara, James Hecker mengatakan, AS akan memindahkan dua pangkalan itu ke negara-negara sekutu di wilayah Sahara dan Sahel.

"Kami akan mencari negara-negara sekutu AS di wilayah Sahara dan Sahel, yang mungkin dapat kami bermitra, dan kemudian memindahkan aset kami di sana,” kata Hecker kepada wartawan di Washington.

Baca Juga

Hecker menekankan, belum ada keputusan dari pemerintahan Presiden Joe Biden terkait evakuasi diplomat atau pasukan keamanan AS dari Niger. Pangkalan AS di Niger. Pangkalan udara AS terdapat di Ibu Kota Niamey, dan di kota terpencil Agadez di tepi selatan Sahara.

Hecker mengatakan, jika pasukan AS meninggalkan Niger maka mereka tidak dapat bekerja dengan tentara pemberontak yang sekarang memimpin negara. Menurut Hecker, hal ini akan berdampak pada upaya intelijen dan kontraterorisme AS.

“Tapi tentu saja yang kami harapkan adalah kami memiliki solusi diplomatik damai untuk ini dan kami tidak harus pergi,” kata Hecker.

Kepala pengawal kepresidenan Niger masih menyandera Presiden Mohamed Bazoum dan keluarganya di istana kepresidenan.  Diplomat AS mengatakan, para pemimpin junta telah memperingatkan bahwa Bazoum akan dibunuh jika pihak asing ikut campur tangan secara militer untuk mengembalikan kekuasaan Bazoum.  

Bazoum mulai menjabat pada 2021, dalam pemindahan kekuasaan pertama negara yang rawan kudeta secara damai dan demokratis sejak kemerdekaan dari Prancis pada 1960. AS belum secara resmi menyebut krisis yang terjadi di Niger sebagai kudeta. Krisis itu dapat memaksa Washington untuk memutuskan banyak hubungan militer dan keamanan antara kedua negara.

Hecker mengatakan, dia yakin pasukan AS akan bertahan selama beberapa pekan ke dapan atau lebih lama lagi" sebelum pejabat AS mengumumkan keputusan evakuasi. Niger telah menjadi salah satu dari sedikit negara di wilayah Sahara dan Sahel Afrika Barat yang tidak diperintah oleh pemerintah yang didukung militer atau bersekutu dengan tentara bayaran Rusia.

Hecker tidak memberikan perincian tentang negara alternatif mana yang dipertimbangkan AS sebagai pos kontra-teror Afrika Barat, jika mereka dievakuasi dari Niger. Hecker mengatakan, angkatan udara juga membuat skenario evakuasi untuk warga Amerika dan diplomat. 

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement