Kamis 24 Aug 2023 12:51 WIB

Tak Hanya Prigozhin, Para Musuh Vladimir Putin yang Lain Alami Nasib Hampir Sama

Yevgeny Prigozhin, mantan sekutu Presiden Vladimir Putin, tewas dalam kecelakaan.

Rep: Amri Amrullah/ Red: Nidia Zuraya
Presiden Rusia Vladimir Putin.
Foto: AP Photo/Mikhail Klimentyev
Presiden Rusia Vladimir Putin.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Kepala tentara bayaran Rusia Yevgeny Prigozhin, mantan sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin diyakini tewas setelah jet pribadi yang ditumpanginya jatuh di utara Moskow tanpa ada yang selamat.

Prigozhin, 62 tahun, memelopori pemberontakan terhadap para petinggi militer Rusia pada 23-24 Juni lalu, yang menurut Presiden Vladimir Putin dapat menjerumuskan Rusia ke dalam perang saudara.

Baca Juga

Orang-orang lain yang menentang Putin atau kepentingannya juga tewas dalam keadaan yang tak jelas atau nyaris tewas. Berikut ini beberapa detail mengenai insiden misterius ini:

Alexei Navalny 

Pemimpin oposisi Rusia yang paling terkemuka, Alexei Navalny, diterbangkan ke Jerman pada Agustus 2020 untuk menjalani perawatan medis setelah diracun di Siberia dengan apa yang disimpulkan oleh para ahli Barat sebagai agen saraf militer Novichok. Rusia telah membantah keterlibatannya.

Navalny mendapat pujian dari seluruh dunia karena secara sukarela kembali ke Rusia pada 2021. Dia langsung ditangkap saat tiba di sana. Ia kini menjalani hukuman selama 11,5 tahun atas tuduhan penipuan dan tuduhan lain yang menurutnya palsu.

Gerakan politiknya telah dilarang dan dinyatakan sebagai "ekstremis". Navalny mendapat tambahan 19 tahun di penjara dengan keamanan maksimum yang ditambahkan ke hukuman penjaranya baru-baru ini.

Sergei Skripal 

Seorang mantan agen ganda Rusia yang memberikan rahasia kepada intelijen Inggris, Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, ditemukan pingsan di sebuah bangku di luar sebuah pusat perbelanjaan di kota katedral Inggris, Salisbury, pada Maret 2018.

Mereka dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis, dan para pejabat Inggris mengatakan mereka telah diracuni dengan Novichok, sekelompok agen saraf yang dikembangkan oleh militer Soviet pada 1970-an dan 1980-an. Keduanya selamat.

Rusia telah membantah berperan dalam keracunan tersebut dan mengatakan Inggris telah memicu histeria anti-Rusia.

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement