Jumat 06 Oct 2023 21:02 WIB

Turki Catat Kematian Pertama dalam Operasi Militer Membasmi Kelompok Kurdi

Turki meningkatkan serangan udara terhadap sasaran Kurdi di Suriah dan Irak.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya
Partai Pekerja Kurdistan (PKK)
Foto: VOA
Partai Pekerja Kurdistan (PKK)

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Seorang tentara Turki tewas karena luka-luka yang dideritanya dalam serangan roket di Suriah. Ini adalah kematian pertama Turki sejak negara itu melancarkan gelombang serangan udara pekan ini.

Turki meningkatkan serangan udara lintas batas terhadap sasaran Kurdi di Suriah timur laut dan Irak utara, sebagai pembalasan atas pemboman di Ankara yang melukai dua polisi pada Ahad (1/10/2023). Cabang Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang terdaftar sebagai kelompok teror oleh Turki dan sekutu Barat, mengaku bertanggung jawab atas serangan serupa yang pertama di Ankara sejak 2016.

Baca Juga

Kementerian Pertahanan pada Jumat (6/10/2023) mengatakan, tentara tersebut terluka dalam serangan rudal terhadap pangkalan militer Turki di Kota Dabiq, Suriah utara. Turki menyimpulkan, dua penyerang yang tewas dalam serangan pemboman di Ankara pada Ahad, berasal dari Suriah.

Operasi Turki di Suriah terutama menargetkan minyak dan fasilitas lain yang dikendalikan oleh Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG). Kelompok ini merupakan bagian integral dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat (AS). SDF adalah tentara de facto Kurdi yang mempelopori pertempuran untuk mengusir ekstremis ISIS dari wilayah tersebut pada 2019.

Dukungan Amerika Serikat terhadap YPG telah memperburuk hubungan Ankara dengan Washington sejak kekalahan kelompok ekstremis tersebut. Ketegangan tersebut meluas ketika sebuah jet tempur AS menembak jatuh drone tempur Turki pada Kamis (5/10/2023) yang dianggap sebagai ancaman bagi pasukan AS yang mendukung YPG.

Juru bicara Presiden Recep Tayyip Erdogan, Fahrettin Altun menyebut dukungan asing untuk YPG sebagai kebodohan yang sangat besar. “Akhiri kebijakan salah arah Anda dalam mendukung kelompok teror,” kata Altun, dilaporkan Al Arabiya

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement