Selasa 28 Jun 2016 20:07 WIB

Perusahaan Pengolahan Susu di Australia Turunkan Harga Beli

Pemasok susu ke perusahaan Murray Goulburn di Australia akan menghadapi harga yang lebih rendah dari harga produksi.
Foto: abc
Pemasok susu ke perusahaan Murray Goulburn di Australia akan menghadapi harga yang lebih rendah dari harga produksi.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Perusahaan pengolahan susu terbesar di Australia Murray Goulburn mengumumkan akan menurunkan harga pembelian mereka dari para peternak sapi perah untuk musim pembelian mendatang. Mereka bersedia membeli pasokan susu dengan harga 4,31 dolar perkilogram milk solids (kgms).

Namun perusahaan itu memperkirakan harga akan kembali meningkat pada akhir musim mendatang menjadi 4,80 dolar per kgms. Para peternak sapi perah kepada ABC menjelaskanbiaya produksi untuk setiap kilogram milk solids yaitu antara 5 dolar dan 5,5 dolar.

Perusahaan pengolahan susu di Australia selalu mengumumkan rencana harga pembelian mereka di awal musim, dan melakukan penyesuaian harga sepanjang musim.

Murray Goulbourn merupakan perusahaan koperasi produk susu terbesar, dan di bawa pimpinan mantan Dirut Gary Helou berjanji akan membeli pasokan susu sebesar enam dolar per kgms pada akhir musim pembelian 2015/2016.

Namun harapan para peternak tersebut musnah ketika Murray Goulburn menghentikan perdagangan awal April sebelum mengumumkan akan memangkas harga pembelian mereka menjadi 4,75 dolar hingga lima dolar per kgms.

Dalam laporan terbaru mereka ke Australian Securities Exchange (ASX), perusahaan itu tidak mengungkapkan harga pembelian untuk akhir musim 2015/2016, sebab musim pembelian belum berakhir.

Pelaksana CEO Murray Goulburn, David Mallinson, dalam laporannya ke ASX menyatakan rendahnya harga-harga momoditas berpengaruh besar terhadap hasil keuangan perusahaan tersebut.

"Dalam menghadapi kondisi pasar yang sulit ini, perkiraan harga susu dari peternakan tahun 2016/2017 menggambarkan pandangan MG (Murray Goulburn) bahwa harga komoditi akan tetap diperdagangkan pada level saat ini untuk sisa tahun 2016," jelasnya.

Perusahaan itu mengutip embargo perdagangan Rusia, regulasi pasar produk susu Eropa serta turunnya permintaan dari Cina sebagai dalih pihaknya tidak bisa mempertahankan tingkat harga awal tahun. Perusahaan saingan MG bernama Fonterra segera mengikuti langkah ini, dengan menurunkan rencana harga pembelian dari 5,6 dolar per kgms menjadi lima dolar per kgms.

Keputusan itu memicu kemarahan peternak sapi perah, yang langsung turun ke jalan melakukan aksi demo memprotes harga susu yang rendah. Dalam suratnya kepada pemegang saham perusahaan pemasok, Murray Goulburn juga mengumumkan perkiraan laba kotor setelah pajak tahun 2016/17 sebesar 42 juta dolar.

Laporan laba bersih tahun 2016 baru akan diumumkan dalam pertemuan tahunan perusahaan itu tahun anggaran mendatang.

sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/berita/sapi-perah/7550170
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement