Rabu , 18 October 2017, 07:06 WIB

Potongan Tubuh Nenek Cameron Ditemukan di Perut Buaya

Red: Ani Nursalikah
ABC News
Anne Cameron (79)
Anne Cameron (79)

REPUBLIKA.CO.ID, CAIRNS -- Potongan tubuh manusia telah ditemukan di dalam perut seekor buaya berukuran 4,3 meter yang telah memakan seorang nenek di bagian utara jauh Queensland pekan lalu.

Anne Cameron (79 tahun) hilang dari rumah perawatan lansia Ozcare di dekat Port Douglas, di utara Cairns, sekitar 1.747 Km dari ibukota Queensland, Brisbane - pada Selasa sore (10/10) sehabis berjalan-jalan.

Pada Kamis (12/10), kru polisi dan Layanan Kedaruratan Negara Bagian (SES) berhasil menemukan potongan tubuh manusia, perhiasan dan tongkat Cameron di tepi anak sungai di dekat Sungai Mowbray, sebelah utara Kota Cairns.

Akhirnya pada Selasa pagi (17/10) sekitar pukul 01.00 dini hari, petugas margasatwa berhasil menemukan dan membunuh seekor buaya di aliran Sungai Mowbray, dimana potongan tubuh manusia dan sejumlah barang milik Anne Cameron juga ditemukan di satwa yang telah dimatikan itu.

Penjabat sementara Inspektur Ed Lukin menggambarkan penyelidikan tersebut sebagai  upaya yang sangat berlarut-larut dan sulit. "Lingkungannya sulit, kondisi di mana staf lembaga Lingkungan dan Aset Warisan (EHP) bekerja, sistem sungai di sana, cuaca panas pada hari dilakukan pencarian, petugas EHP telah melakukan pekerjaan yang luar biasa," katanya.

Perangkap terapung buaya
Petugas perlindungan lingkungan dan warisan berusaha menangkap buaya dengan perangkap terapung Senin (16/10).

Supplied: Department of Environment and Heritage Protection

"Ini merupakan tugas yang sangat emosional bagi semua anggota yang sedang mengerjakan penyelidikan ini dan selalu sulit bila ada warga yang hilang."

Buaya berperilaku berani

Chris Artiemiew dari Departemen Perlindungan Lingkungan dan Aset Warisan mengatakan petugas satwa liar telah melacak buaya tersebut sejak Minggu siang. "Buaya itu memiliki sedikit perbedaan perilaku yang menegaskan pada kami bahwa itu adalah hewan yang menjadi target buruan kami," kata Artiemiew.

Menurutnya cuaca hujan telah membuat pekerjaan ini menjadi lebih sulit. "Itu adalah pekerjaan yang sangat besar bagi petugas satwa liar kami dalam keadaan yang lebih mudah," katanya.

"Dalam kebanyakan kasus, kami hanya bisa menargetkan hewan ini ketika arus sedang surut, sehingga bisa terdapat pemandangan yang sangat sempit di kedua sisi."

Departemen Lingkungan dan Aset Warisan tidak yakin buaya itu telah berdiam di daerah tersebut, karena tidak diketahui petugas satwa yang bekerja di Port Douglas. Menteri Lingkungan Hidup Queensland, Steven Miles mengucapkan terima kasih kepada petugas satwa liar karena berhasil menangkap buaya tersebut.

"Ini adalah minggu yang sangat sulit dan menyiksa bagi semua yang terlibat, dan saya turut berduka cita kepada keluarga Anne Cameron pada saat yang menyedihkan seperti sekarang ini," kata Miles.

Polisi tengah menyiapkan laporan untuk petugas penyelidik kematian.

Port Douglas creek
Pinggiran anak sungai di ujung utara Queensland dimana potongan tubuh manusia ditemukan.

ABC News: Mark Rigby

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.

Sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/berita/buaya-pemakan-nenek-di-queensland-berhasil-ditangkap/9059868