Ahad , 13 Agustus 2017, 14:29 WIB

Banjir Tewaskan 30 Orang di Nepal

Red: Ilham Tirta
Antara/izaac mulyawan
Banjir. (Ilustrasi).
Banjir. (Ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, KATHMANDU -- Banjir bandang dan tanah longsor dipicu oleh hujan lebat, telah menyebabkan lebih dari 30 orang tewas di Nepal dalam 24 jam belakangan. Sepuluh orang lagi hilang dan jumlah korban tewas diperkirakan masih akan bertambah, mengingat sebagian besar wilayah negara itu telah terendam air.

Regu penyelamat, yang terdiri dari tentara, polisi dan masyarakat setempat dikerahkan untuk membantu mereka yang terjebak di atap atau di tempat yang lebih tinggi. Pakar cuaca mengatakan, diperkirakan masih akan ada lebih banyak hujan yang turun pada malam hari dan pemerintah telah mengimbau warga untuk tetap waspada.

Sungai Koshi di bagian selatan negara, yang merupakan jalur utama aliran air, berada di atas tingkat bahaya. Musim hujan pada Juni hingga September sangat penting keberadaannya bagi Nepal yang bergantung pada sektor pertanian. Namun di satu sisi, hujan juga telah menyebabkan malapetaka setiap tahunnya.

"Bencana ini telah mengakibatkan kerusakan parah," kata Dipak Kafle, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Nepal. Dia mengatakan, belum ada perkiraan jumlah kerugian yang dihitung terkait hancurnya sejumlah bangunan.

"Kami memastikan lebih dari 30 orang tewas, tapi kami lebih memusatkan perhatian pada proses penyelamatan kepada mereka yang masih hidup daripada mengumpulkan rincian tentang korban tewas," katanya.

Pernyataan tersebut menandakan bahwa jumlah korban tewas masih dapat bertambah. Di kota Biratnagar, sebuah landasan pacu bandar udara terendam air dengan kedalaman di bawah dua kaki. Hal tersebut mengakibatkan pembatalan sejumlah penerbangan.

Sejumlah jalan raya rusak atau terendam banjir, mengganggu kegiatan pengangkutan. Pejabat setempat telah membuka tempat penampungan sementara untuk para pengungsi di beberapa bangunan sekolah atau sarana umum.

Sumber : Antara