Ahad , 20 August 2017, 10:09 WIB

Israel Bunuh Remaja Palestina

Rep: Marniati/ Red: Agus Yulianto
Al Jazeera
Aksi tentara Israel yang menembak ke kepala seorang Palestina yang direkam Emad Abu Shamsiyeh (Ilustrasi)
Aksi tentara Israel yang menembak ke kepala seorang Palestina yang direkam Emad Abu Shamsiyeh (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Polisi perbatasan Israel menembak dan membunuh seorang remaja Palestina yang mereka duga menggunakan pisau untuk menyeranga tentara Israel di sebuah pos pemeriksaan di Tepi Barat yang diduduki. Kementerian Kesehatan Palestina mengkonfirmasi bahwa anak berusia 17 tahun itu telah terbunuh pada hari Sabtu (19/8), namun tidak menjelaskan keadaan kematian tersebut.

Sebuah foto orang Palestina, yang dinamai oleh sumber lokal sebagai Qutayba Ziad Zahran kemudian beredar di media sosial. Juru bicara polisi Israel mengatakan, orang-orang Palestina tersebut diduga mendekati sekelompok polisi paramiliter Israel yang ditempatkan di pos pemeriksaan Zatara pada hari Sabtu. Mereka memegang barang yang merupakan tas.

"Remaja berusaha menusuk seorang tentara, dan tentara lainnya kemudian melepaskan tembakan fatal kepadanya," ujar juru bicara tersebut seperti dilansir Aljazira (19/8). Radio umum Israel mengatakan seorang penjaga terluka dalam insiden ini.

Seorang saksi mata mengatakan kepada kantor berita Maan News yang berbasis di Bethlehem bahwa sejumlah besar tentara Israel tiba di tempat kejadian dan menutup pos pemeriksaan tersebut. Tentara Israel menolak jalan ke Palestina di kedua arah.

Lebih dari 294 warga Palestina atau warga Palestina Israel dan 47 orang Israel telah terbunuh sejak Oktober 2015, saat terjadi gelombang kerusuhan.

Otoritas Israel mengatakan sebagian besar warga Palestina terbunuh karena melakukan serangan pisau, senjata api atau mobil. Sebagian lainnya tewas dalam demonstrasi dan bentrokan, sementara beberapa lainnya terbunuh dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza.

Kekerasan telah mereda dalam beberapa bulan terakhir, namun ketegangan di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa terjadi pada bulan Juli. Warga Palestina ingin mendirikan sebuah negara merdeka di Yerusalem Timur, Tepi Barat dan Jalur Gaza, wilayah yang dikuasai Israel dalam perang Timur Tengah 1967. Putaran terakhir perundingan damai pecah pada tahun 2014.