Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

PM Tony Abbott Dikecam karena Serang Ketua Komnas HAM Australia

Jumat 20 Feb 2015 17:59 WIB

Red:

Tony Abbott

Tony Abbott

Foto: Reuters/Dinuka Liyanawatte

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Perdana Menteri Tony Abbott dikecam karena menyerang Ketua Komnas HAM Australia Professor Gillian Triggs. Kecaman disampaikan sekitar 50 tokoh masyarakat Australia dalam sebuah surat terbuka, Jumat (20/2).

PM Abbott menyerang Prof Triggs dengan menyebutnya melakukan pemihakan politik terkait laporan terkait nasib anak-anak di pusat detensi imigrasi di seluruh Australia.

Laporan Komnas HAM berjudul The Forgotten Children ini menemukan kondisi anak-anak pencari suaka di "tempat yang berbahaya bagi anak-anak". Komnas HAM meminta dibentuknya Komisi Penyelidik dalam kasus ini.

Para tokoh masyarakat Australia yang melayangkan surat terbuka di antaranya pengusaha Janet Holmes, mantan perdana menteri Malcolm Fraser, Sir Gus Nossal serta kalangan praktisi hukum, dan akademisi.

"Kami menyatakan sangat kecewa atas serangan anda terhadap pribadi Prof. Triggs," demikian antara lain bunyi surat itu.

Komnas HAM Australia dibentuk Desember 1986 sebagai lembaga independen yang memiliki kewenangan menginvestigasi pelanggaran HAM dan diskriminiasi. Prof Triggs ditunjuk menjadi Ketua Komnas HAM sejak 2012

Professor Rob Moodie dari University of Melbourne, yang menginisiasi surat terbuka ini mengatakan pernyataan PM Abbott merupakan "serangan terhadap bagian fundamental demokrasi".

"Kami mendorong perdana menteri untuk menerima laporan seperti ini atau paling tidak mendiskusikannya," katanya.

Surat itu menyatakan sudah menjadi tanggung jawab Professor Trigg untuk melindungi kelompok yang paling lemah di dalam masyarakat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA