Saturday, 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 February 2019

Saturday, 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 February 2019

Azan Berkumandang di Gereja Australia, Ada Apa?

Senin 04 Jun 2018 16:57 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Imam kelahiran Turki, Sheikh Mahmud Kurcu (depan) menyampaikan sambutan dan terima kasihnya kepada komunitas kristen protestan yang telah mengundang umat muslim untuk berbuka puasa, Sabtu (2/6).

Imam kelahiran Turki, Sheikh Mahmud Kurcu (depan) menyampaikan sambutan dan terima kasihnya kepada komunitas kristen protestan yang telah mengundang umat muslim untuk berbuka puasa, Sabtu (2/6).

Foto: ABC
Komunitas Kristen Protestan mengundang buka puasa umat muslim di Australia

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Azan Maghrib berkumandang di sebuah gereja, 'Church All Nations' milik komunitas Kristen Protestan di kota Melbourne, Sabtu (2/6). Seorang Muslim mengumandangkannya ke arah kiblat, yang kebetulan sama arahnya dengan sebuah salib besar di gereja yang berada di kawasan Carlton tersebut.

Azan ini menandai acara buka puasa bersama komunitas Muslim di Melbourne yang diadakan di gereja Uniting Church. Komunitas gereja yang tergabung dalam Victorian Council of Churches sengaja mengundang komunitas Muslim berbuka puasa untuk bisa lebih saling mengenal.

Pendeta Ian Smith dalam sambutannya menjelaskan bagaimana seringkali ada kesalahpahaman soal perayaan hari-hari besar keagamaan, termasuk diantara kalangan umat beragama. "Seperti diskon besar-besaran serta komersialisasi saat Natal dan Boxing Day (sehari setelahnya) tidak ada kaitannya dengan ajaran Kristiani," ujarnya.

Sebelum menyantap makan malam, tamu Muslim dipersilakan untuk melaksanakan shalat Maghrib yang telah disediakan, yakni di ruangan belakang gereja yang tak memiliki tanda salib. Mereka pun kemudian bersama-sama menikmati makanan utama khas India, yakni Nasi Biryani, yang juga banyak disajikan di negara timur tengah.

Imam kelahiran Turki, Sheikh Mahmud Kurcu mengucapkan terima kasih atas undangannya. "Ini akan mencapai pada tujuan akhir kita, bukan sekedar toleransi, tetapi penerimaan," ujar Mahmud.

"Menerima kenyataan bahwa kita memiliki perbedaan tetapi kita tetap dapat saling membantu."

Mahmud menjelaskan ketika sejumlah insiden, seperti aksi serang atau teror yang menyudutkan umat Muslim, seringkali pihak gerejalah yang pertama kali menanyakan kabar ke masjid-masjid. "Kita bertekad untuk saling membantu sama lain," tambah Mahmud.

"Dan tahun depan giliran kami yang akan mengundang Anda berbuka puasa di masjid."

Sumber : http://www.abc.net.au/indonesian/2018-06-04/adzan-di-gereja/9833352
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Konflik Lahan di Jambi

Jumat , 15 Feb 2019, 21:07 WIB